Bisnis waralaba kuliner saat ini memang tak henti-hentinya menyita perhatian konsumen. Berbagai macam kuliner ditawarkan oleh para pebisnis. Tak ayal, bisnis ini pun mendulang sukses yang besar dari hasil ekspansi bisnisnya yang kian diterima masyarakat sebut saja Sangrai Pelopor Puyuh. Ya, bisnis kuliner yang mengusung daging burung puyuh ini terus melebarkan sayapnya dengan membuka cabangnya yang ke-14 di Cito Mall Surabaya.

General Manager Sangrai Pelopor Puyuh, Asep Ishak Wiranta mengatakan bahwa Sangrai Pelopor Puyuh berkomitmen penuh untuk ekspansi bisnis dengan membuka cabang di beberapa tempat. Menurutnya, potensi pasar kulner daging puyuh masih sangat langka di Indonesia. “Karenanya ini kesempatan bagi kami untuk menawarkan produk kuliner yang berbeda dari para pesaing yang kebanyakan berkonsentrasi di bisnis ayam dan bebek,” katanya kepada plasafranchise.com.

Komitmen Sangrai Pelopor Puyuh dalam ekspansi pembukaan cabang baru ini tak hanya terhenti sampai Surabaya saja. Asep mengatakan bahwa hingga Desember setidaknya akan dibuka cabang lagi di beberapa tempat. “Tanggal 1 Desember kita akan buka cabang di Summarecon Serpong dan tanggal 12 Desember kita akan buka cabang ke-16 di Botani Square Bogor,” terangnya.

Lebih lanjut Asep mengatakan bahwa segmentasi pemilihan daging puyuh terus ditawarkan kepada masyarakat dikarenakan daging puyuh memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi tubuh dibandingkan daging ungags lainnya termasuk ayam. “Kita sudah buktikan kandungan nutrisi daging puyuh ini ke laboratorium Universitas Gajah Mada jadi bukan mengada-ngada, hasil laboratoriumnya pun masih ada. Kalau bicara soal daging ya lebih bagus puyuh, kalau telur nya memang tinggi kolestrol. Tapi kita kan fokus di dagingnya,” ujarnya.

Daging puyuh yang ditawarkan kepada konsumen pun dibagi dua. Apa itu? Asep menjelaskan bahwa Sangrai Pelopor Puyuh menawarkan daging puyuh lokal dan daging puyuh perancis yakni hasil persilangan antara lokal dengan perancis. “Bedanya kalau yang local itu daging lebih gurih, kalau yang perancis dagng lebih banyak dan lebih empuk,” terangnya.

Untuk konsep franchisenya pun Sangrai Pelopor Puyuh masih menawarkan investasi yang terbilang cukup terjangkau dengan konsep resto dan food court. Untuk yang food court, kata Asep, investasi nilainya berkisar 200 hingga 350 juta rupiah. “Sedangkan untuk resto berkisar 400 sampai 600 juta,” tukasnya. 

Kini, Sangrai Pelopor Puyuh siap berkespansi untuk menawarkan konsep kuliner yang nutrisinya lebh tinggi dibandingkan dengan kuliner berbahan dasar unggas lainnya.