Performansi bisnis Waralaba kuliner berbahan dasar ayam Quick Chicken semakin hari semakin melesat saja. Bisnis yang digawangi oleh Bedi Zubaedi ini menyatakan siap Go Public pada 2019. Sungguh suatu hal yang patut di apresiasi untuk bisnis karya anak negeri ini. Kini guna memuluskan jalannya untuk Go Public Quick Chicken akan membuka store secara besar-besaran di wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Mereka menargetkan 100 store baru periode November 2016 hingga April 2017.

Owner Quick Chicken, Bedi Zubaedi menuturkan pihaknya siap menjadi bisnis yang Go Publik di tahun 2019. Karenanya, lanjut dia, pihaknya akan berkonsentrasi dengan seluruh mitra supplier yang turut membantu bisnis Quick Chicken untuk berpartisipasi secara maksimal guna terjun menjadi bisnis yang Go Public di tahun 2019. “Saat ini makanya kita adakan pertemuan guna menjalin keseriusan untuk menghadapi Go Public,” katanya di Gedung Sentral Senayan Tower II Jakarta Selatan.

Bedi menuturkan, sebelum Go Public pihaknya akan terlebih dahulu membuka 100 store baru yang berada di wilayah Kalimantan dan Sulawesi dari bulan Novemebr 2016 hingga April 2017. Dipilihnya Kalimantan dan Sulawesi untuk store baru Quick Chicken bukan tanpa alasan. Namun, katanya, Quick Chicken memang mempunyai visi dan misi menyebarkan bisnisnya ke pelosok daerah. “Dari awal berdirnya sejak 16 tahun lalu, Quick Chicken memang identik membuka bisnisnya yang jauh dari keramaian ibu kota,” terangnya.

Disamping itu, kata Bedi, Quick Chicken juga akan membangun pabrik dengan kapasitas 200 ton produksi ayam. Menurutny, saat ini pihaknya sudah punya pabrik produksi namun hanya mampu memproduksi 5 ton saja.

Acara tersebut dihadiri oleh seluruh mitra supplier yang berkontribusi dengan Quick Chicken. Bedi optimis dengan jalinan mitra supplier yang kuat maka proses Go Public di tahun 2019 akan menjadi kenyataan. “Dahulu orang belum banyak kenal Quick Chicken, kini mereka sudah mengenal produk kami dan kami berkomitmen untuk mendidik orang makan fried chicken kami,” tutupnya.