“Sampai saat ini Indonesia menjadi satu negara yang seksi untuk dimasuki waralaba asing ke Indonesia,” kata Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (WALI) sekaligus Ketua Komite Tetap KADIN Bidang Waralaba, Lisensi dan Kemitraan, Levita Supit baru-baru ini di Jakarta.

Menurut dia, waralaba asing yang berminat masuk ke Indonesia juga terus bertambah, seperti dari Korea, Amerika dan juga Eropa. Minat asing yang ingin masuki ke Indonesia, karena menilai pasar Indonesia masih menarik.

Apalagi, kata dia, pemerintah saat ini juga telah memfasilitasi dengan adanya pembangunan infrastruktur di seluruh Indonesia, bahkan sampai ke daerah-daerah terpencil sekalipun. Sehingga membuat para pelaku bisnis waralaba semakin bergairah.

“Dulu masalah utamanya adalah infrastruktur sehingga untuk logistik amat sangat susah untuk mengirim dari satu daerah ke daerah yang lainnya. Kalau sekarang sudah disupport sama pemerintah seperti adanya penambahan airport, pelabuhan-pelabuhan, seperti itu,” katanya.

Sampai saat ini, waralaba makanan dan minuman masih menduduki peringkat paling atas. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya restoran baru yang dibuka. Begitu juga dari luar waralaba asing juga banyak dalam F&B. [ded]