Bisnis waralaba pendidikan tidak pernah sepi dicari oleh calon pengusaha yang kepincut untuk mencetak generasi yang unggul serta mendulang pundi-pundi rupiah. Bukan saja karena faktor kebutuhan para orang tua yang menginginkan pendidikan terbaik bagi buah hatinya, bisnis pendidikan kian menjanjikan karena terbukti bisnis dari sektor ini tahan krisis.

Alhasil berbagai brand waralaba pendidikan tidak hanya masih eksis, hingga kini mereka mampu mengembangkan bisnisnya ke berbagai kota di Indonesia. Seperti yang tengah dilakukan oleh waralaba DIGIKIDZ yang merupakan learning center berbasis teknologi multimedia bagi anak-anak. Era kecanggihan teknologi yang berkembang semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir, tentu ditangkap dengan baik oleh bisnis pendidikan ini.

DIGIKIDZ memadukan antara kecanggihan teknologi dengan daya kreatifitas yang dibutuhkan oleh anak usia dini. Agung Saputra, Business Manager DIGIKIDZ mengungkapkan bila di DIGIKIDZ anak-anak akan belajar mengenai teknologi multimedia seperti menggabungkan teks, data, gambar, foto dan video.

Selain itu juga kreatifitas mereka akan diasah lewat penguasaan media digital seperti menggunakan kamera, smartphone, digital video, internet, scanner, audio dan web camera, untuk mengekspresikan imajinasi mereka dalam projek-projek yang kreatif.

“Teknologi hanya menjadi tools, tinggal bagaimana kita mengarahkan anak-anak menggunakan tools tersebut untuk menjadi apa. Misalnya ipad jika tidak dioptimalkan hanya bisa untuk bermain games dan browsing. Untuk itu, kita siapkan anak-anak kita untuk masuk ke digital era dan ekonomi kreatif,” ujar Agung.

Dengan program-program unggulan yang dimiliki oleh DIGIKIDZ, alhasil para orang tua kian sadar bahwa perkembangan teknologi saat ini perlu diimbangi dengan penguasaan teknologi tersebut, agar generasi penerus tidak hanya menjadi target pasar para produsen gadged semata.

“Kami siapkan anak anak kita untuk masuk ke era digital dan ekonomi kreatif, walaupun prosesnya perlu diterapkan step by step. Bila bicara ekonomi kreatif ada 14 pilar yang digaungkan pemerintah, ada musik, seni pertunjukan, arsitektur, desain, animasi, dan lain-lain dan itu semua ada di kurikulum kami,” tambahnya.

Kini waralaba DIGIKIDZ telah mengoperasikan total 14 outlet yang tersebar di Jakarta, Tanggerang, BSD Serpong, dan Solo. “Kami mencari potensial untuk beberapa lokasi yang cukup prospektif. Lokasi tersebut meliputi Puri Indah, Kelapa Gading, Pantai Indah Kapuk, Kebon Jeruk, Bekasi, Depok, Kemang, Surabaya, Semarang dan kota-kota besar di luar Jawa,” tutupnya.

Bila anda tertarik, bisnis kursus komputer ini dibanderol investasi mulai dari Rp195 juta. Biaya itu belum termasuk dengan sewa tempat. (adv)