Keputusan Debbie memilih Eye Level sebagai ladang bisnisnya bukanlah tanpa alasan. Selain memiliki kurikulum yang bagus, bagi Debbie, Eye Level juga mengajarkan anak untuk lebih kreatif dan mandiri.

“Jadi yang membuat saya tertarik tidak hanya mengajarkan aritmatikanya saja, tapi juga diajarkan cara berpikir yang berbeda. Dimana anak lebih kreatif dalam melihat berbagai sisi dan diajarkan juga mandiri dalam belajar,” ujar Debbie saat dihubungi wartawan Franchiseglobal.com via telepon, Jumat (11/1/2019).

Menurut Debbie, Eye Level adalah salah satu bisnis yang potensial. Apalagi secara kurikulum, bisnis pendidikan non formal ini sangat menunjang, khususnya buku-buku matematika yang diajarkan di nasional class juga diajarkan di Eye Level.

Untuk menjadi mitra Eye Level, saat itu Debbie menghabiskan modal sekitar Rp100 juta sampai Rp150 jutaan. Nilai tersebut untuk biaya renovasi. Karena menurut dia, Eye Level punya desain khusus baik dalam hal furniture maupun dalam ruangan.

“Kalau perkiraan omset tergantung subjek atau dari season-nya. Saya bersyukur karena dari tahun ke tahun progresnya naik terus, sekitar 10 persen setiap tahunnya,” jelasnya.

Debbie memperkirakan, modal yang ia keluarkan waktu itu baru bisa balik dalam kurun waktu 3 sampai 4 tahun kemudian. Untuk mencapai itu, dia terus melakukan promosi dan bekerjasama dengan sekolah-sekolah maupun open booth melalui bazzar untuk memperkenalkan Eye Level lebih dekat ke masyarakat.

Saat ini, Debbie tengah sibuk mematangkan kapasitas dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada. Sehingga tidak menutup kemungkinan baginya untuk kembali membuka outlet selanjutnya apabila semuanya telah maksimal.

“Jadi buat para investor yang peduli terhadap pendidikan anak, Eye Level ini bisnis yang sangat berpotensi. Prinsipalnya juga membantu sekali dan mempunyai sistem yang baik dalam me-manage center,” pungkasnya.

Sekedar informasi, Eye Level menawarkan dua program belajar yakni Bahasa Inggris dan juga Matematika. Dengan belajar Bahasa Inggris, para siswa diharapkan bisa menguasai Bahasa Inggris, mulai dari pemahaman bahasa, penulisan hingga kelancarannya.

Sementara untuk program Matematika sendiri diharapkan bisa mengembangkan kemampuan pemecahan masalah sehingga memungkinkan anak bisa menguasai konsep pendekatan small-steps.

Eye Level masih terus membuka peluang usaha untuk para calon mitra yang ingin bergabung. Ada dua paket yang ditawarkan yakni paket Regular Franchise dan paket Home Class. Berikut rinciannya:

  • Regular FC : Lisensi Rp30 juta, deposit Matematika Rp5 juta, deposit Bahasa Inggris Rp4 juta.
  • Home Class : Lisensi Rp5 juta, deposit Matematika Rp1 juta, deposit Bahasa Inggris Rp1 juta.

Nilai tersebut sudah include booklet dan teaching tools untuk awal pembukaan, marketing (syarat & ketentuan berlaku) dan field consultant (Pengawas Area).

Silakan klik Eye Level untuk mengetahui nilai investasi, BEP dan informasi lainnya. [ded]