Franchiseglobal.com - Merayakan 40 tahun KFC maju bersama Indonesia, untuk pertama kalinya KFC Indonesia masuk dalam dunia gaya hidup dengan menghadirkan koleksi eksklusif sneakers dan streetwear hasil kolaborasi dengan empat perancang muda Indonesia yaitu Never Too Lavish, Argyle & Oxford, Evil Fact, dan Sandalboyz. Seluruh koleksi akan tampil di Jakarta Fashion Week 26 Oktober 2019 pukul 19:30.

Hendra Yuniarto, General Manager Marketing PT Fast Food Indonesia Tbk menjelaskan,”Peluncuran koleksi eksklusif ini bertepatan dengan HUT KFC Indonesia ke 40 pada Oktober 2019 yang mengusung tema 40 Tahun Tetap Original. Melalui koleksi bertema streetwear ini kami ingin lebih mendekatkan diri kepada konsumen muda kami. Dan KFC memilih berkolaborasi dengan keempat perancang muda tersebut karena mereka mewakili anak muda Indonesia yang berani berkarya dan menghadapi segala tantangan, hingga dapat membangun merek dan karya original mereka seperti saat ini.”

Sebanyak 24 look dari koleksi apparel KFC akan tampil meramaikan pekan fesyen terbesar di Indonesia, Jakarta Fashion Week. Pecinta KFC dan streetwear bisa mendapatkan koleksi terbatas rancangan Argyle & Oxford dan Evil Fact di Fashionlink Showroom & Market, The Hall Senayan City lantai 8 pada 22-26 Oktober 2019. Sementara koleksi sandal dan apparel karya Sandalboyz akan bisa didapatkan oleh konsumen dan pecinta streetwear pada bulan Desember 2019 di pop-up store KFC Kemang.

Argyle & Oxford, merek pakaian ready-to-wear asal tanah air yang telah berdiri sejak tahun 2010 oleh Velda Anabela dan Rebecca Billina menghadirkan desain yang diinspirasi dari kisah Colonel Sanders, dengan resep rahasianya, sehingga muncullah fried pride di hampir semua desain untuk KFC Indonesia antara lain hoodie, kaos, kemeja, kaos kaki, dan enamel pin.

Evil Fact, merek pakaian asal Bandung yang didirikan pada tahun 2003 oleh Leurensius Teguh Pramono atau Ipam menggabungkan estetika karakter Evil dengan logo ikonik Colonel Sanders dan menyatukan juga palet warna khas KFC yaitu merah, putih dengan warna Evil yang hitam. Desain Evil untuk KFC juga memperhatikan cutting, detail, dengan beberapa logotype Evil yang mengadaptasi tagline KFC yaitu "finger lickin goods" yang dihadirkan pada kaos, kemeja, jaket, topi, dan totebag.

Sementara Sandalboyz, merek alas kaki Amerika yang didirikan oleh seorang pemuda asal Indonesia Andrew Dharmosetio, yang telah merambah pasar internasional menghadirkan Colonel Sanders dan warna KFC yaitu merah dan putih pada dua desain sandal Sandalboyz yang unik, yang biasanya dipadupadankan dengan kaos kaki, dan beberapa desain apparel KFC termasuk hoodie dan tshirt. Sandalboyz memilih bucket KFC sebagai inspirasi, untuk menggambarkan kebersamaan dalam keluarga dan komunitas, seperti yang selama ini selalu diutamakan KFC.

Never Too Lavish (NTL) yang sudah tidak asing lagi dengan karya-karya custom hand-painted sneakers yang didirikan oleh Muhammad Haudy dan Bernhard Suryaningrat menonjolkan ikon Colonel Sanders dan slogan Jagonya Ayam di sepatu dengan warna dasar putih dan sentuhan warna merah KFC. Enam desain eksklusif telah dilelang di Instagram @nevertoolavish pada 11-18 Oktober 2019 lalu dengan penawaran tertinggi senilai Rp 7.500.000.

“Seluruh hasil lelang sneakers dan penjualan apparel dan merchandise akan diserahkan kepada Divers Clean Action yang akan mengelola sejumlah kegiatan edukasi ke masyarakat soal pelestarian lingkungan, khususnya daerah pantai di wilayah KFC,” jelas Hendra. “Kami berharap dari dana yang terkumpul akan dapat menjangkau 10 wilayah,” tutup Hendra.

Koleksi apparel dan merchandise edisi khusus dan terbatas ini merupakan langkah awal kehadiran Kentucky Fried Chicken Merchandise, dan sebagai cara KFC untuk berbagi kebanggaan terhadap Sang Colonel Sanders dan brand KFC dengan menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari pecintanya terutama anak muda.