Franchiseglobal.com – CEO & Owner Klinik Gigi Senyum Ceria, Nurtan Subagja mengatakan bahwa saat ini bisnisnya tengah masuk dalam proses DSO (Dental Support Organizations) atau kemitraan seperti yang sudah berjalan di luar negeri.

“Namanya bukan franchise ya, karena kalau franchise itu kan ada aturan undang-undangnya. Kami pakainya kemitraan. Cuma kalau dalam istilah kedokteran gigi itu namanya DSO,” terang Nurtan saat ditemui Franchiseglobal.com di sela-sela acara buka puasa bersama di kantor Perhimpunan WALI di Jakarta Selatan, Kamis (31/5/2018) lalu.

Untuk persiapannya sendiri sudah mencapai 90 persen. Itu artinya tak lama lagi akan segera dilaunching. “Saat ini sudah beberapa dokter itu menunggu ini dilaunching,” jelasnya.

Klinik Gigi Senyum Ceria sudah berdiri sejak 10 tahun yang lalu. Sampai saat ini sudah ada lima cabang berdiri, empat diantaranya di Bekasi dan satu di Tangerang Selatan.

Nurtan menambahkan total dokter yang telah bergabung dengan Klinik Gigi Senyum Ceria sudah ada sekitar 50-an dokter, baik yang tetap ataupun yang non tetap.

“Jadi salah satu model bisnisnya itu dokter gigi diajak untuk memiliki kliniknya. Tentunya bisa non dokter juga. Jadi polanya adalah ketika dokter itu mempunyai kliniknya berinvest di dalam outletnya, dia kan akan lebih semangat lagi. Karena disamping dia punya income dari praktek, juga bisnisnya,” jelasnya.

Menurut Nurtan, kehadiran bisnisnya di dunia kesehatan menjadi solusi untuk para dokter yang tidak bisa mengelola bisnisnya.

“Karena dokter itu kan passionnya merawat pasien. Tapi mengelola bisnisnya belum tentu bisa. Makanya kita hadir sebagai solusi juga. Karena saat ini ada beberapa dokter-dokter minta dibantu, dikelola. Itu salah satu model bisnisnya,” kata Nurtan.

Untuk tahap awal, kata Nurtan, sistem DSO akan dikelola oleh pusat (franchisor) karena memang supaya standarnya lebih terjamin, termasuk kualitas pelayanannya.

“Target awalnya kita enggak muluk-muluk dulu. Kita pingin target awalnya khusus para dokter,” tutup Nurtan. [ded]