Sate Jepang asal Bandung ini merupakan salah satu pemain baru di bisnis sate. Meski masih tergolong baru, tapi setidaknya Toriku telah memiliki 9 gerai yang tersebar di Bandung, Palembang, Jakarta dan Sidoarjo.

“Semua cabang punya mitra. Punya saya cuma satu itu yang di Bandung,” kata pemilik Toriku, Lisa saat ditemui wartawan Franchiseglobal.com beberapa waktu lalu di pameran franchise di Jakarta.

Meski membawa nama Sate Jepang, tapi produk yang mereka jual dijamin halal 100 persen. Sate Jepang yang dibuatnya memiliki aroma khas asli rempah Indonesia. Satu paket menu dibanderol dengan harga Rp35 ribu sudah termasuk nasi Jepang dan 5 sate Jepang ditambah tare sauce dan sambal.

“Itu harga yang paling murah. Kalau yang paling mahal kita ada sate beef dengan harga paket Rp37.500. Itu sudah termasuk nasi Jepang, 5 sate beef dan tare sauce,” katanya.

Untuk bisa menjadi mitra bisnis Toriku, ada tiga paket investasi yang ditawarkan yakni paket booth Rp35 juta, paket island Rp50 juta dan paket unit mall Rp225 juta. “Tidak ada royalty fee. Hanya mitra wajib ambil saus atau sambel dari kita. Harga satu botol saus murah kok, cuma Rp75 ribu saja untuk 50 porsi,” tambahnya.

Lisa berharap kedepannya Sate Jepang Toriku bisa terus membuka cabang di seluruh Indonesia, sehingga siapapun dapat dengan mudah mendapatkan Toriku dimanapun.

“Harapannya tahun depan bisa buka cabang dua kali lipat dari tahun ini (2018-red),” tutup Lisa. [ded]