Waralaba Global Art, dikenal sebagai lembaga pendidikan nonformal pengembang kreativitas anak berbasis Art atau seni menggambar. Bisnis kursus yang berdiri pada 1999 ini, menjadi jawaban kebutuhan para orangtua yang menginginkan buah hatinya menekuni bidang yang tidak diajarkan saat jam sekolah berlangsung. Alhasil murid-murid yang bertandang ke Global Art didominasi oleh anak-anak usia sekolah seusai jam pulang mereka bersekolah.

Bisnis pendidikan masih menjadi sektor usaha yang tak mengenal musim dan trend. Ketersediaan lembaga pendidikan dengan berbagai keunggulan masing-masing, diharapkan dapat menunjang kebutuhan pendidikan bagi masyarakat disekitarnya. Tak jarang para orang tua era sekarang menginginkan buah hatinya bisa mendapat kompetensi lain di luar jam sekolah formalnya, dengan memasukannnya ke kursus pendidikan non-formal.

“Kita punya silabus yang telah diakui di dunia internasional dan sudah dipraktekkan di 15 negara, terakhir di Amerika Serikat dan setahu saya satu-satunya kursus pendidikan dari Asia Tenggara yang bisa masuk sana,” papar Michael Sandy, Marketing Manager dari Global Art.

Kursus pendidikan yang sudah eksis di beberapa negara ini baru merambah Indonesia pada medio 2004, dan sukses mengembangkan cabang outletnya baik milik pusat sendiri maupun milik mitra. Hingga kini total sudah beroperasi lebih dari 90 outlet yang tersebar di berbagai kota hingga keluar pulau Jawa.

Kesuksesan yang telah diraih Global Art turut andil pula peran para mitra yang menaungi atau mengelola cabang outlet yang menjadi milik mereka. Menurut Michael, tak ada rahasia khusus dalam menjalankan bisnis kursus pendidikan ini. Namun yang pasti selain para mitra diwajibkan mengikuti kurikulum dan standar operasi yang sudah teruji, franchisee Global Art juga harus berpartisipasti aktif dalam menjalankan seluk beluk bisnisnya.

“Selain kami akan mensuport cabang outlet milik franchisee dalam operasionalnya sehari-hari, mitra juga perlu mengelola dan mengontrol bisnis mereka sendiri, agar timbul kerjasama yang harmonis dan hasil yang diraih bisa maksimal. Lalu dalam melaksanakan program kerja juga jangan setengah-setengah, karena ini bisnis jasa pasti yang diutamakan adalah service atau layanannya, perlu peran mitra dalam menjaga pelayanan kepada para murid,” beber Michael.

Lebih lanjut, menurutnya yang dimaksud menjaga pelayanan adalah tetap interaktif kepada para orangtua murid untuk sekedar berkomunikasi atau memberi laporan tentang perkembangan pembelajaran sehari-hari. Lalu yang terakhir masih menurutnya lagi, tetap berinovasi dengan melakukan pelatihan kepada pengajar atau guru untuk mengikuti standar dan kurikulum yang berlaku.

Klik Kursus Pendidikan Global Art untuk informasi kemitraan, franchise, keuntungan, investasi dan info lengkap lainnya.

(Heksa R.P)