Sejak berdiri hingga sekarang, kemudahan transaksi tetap menjadi fokus dari VAN. VAN beranggapan bahwa sesungguhnya bisnis agen adalah mendapatkan revenue sebesar-besarnya dengan menjual tiket sebanyak banyaknya. Bukan menghabiskan waktu untuk pekerjaan administratif. Bahkan masih ada juga yang menghabiskan waktu untuk membuat email atau YM untuk melakukan issuing tiket.

VAN mengatasi hal tersebut. Agen tidak perlu menghabiskan waktu untuk proses booking maupun issuing ticket, pengecekan transfer maupun konfirmasi top up. Fitur VAN diciptakan agar agen dapat berjualan lebih banyak. Booking hanya satu step. Issuing tiket juga langsung. Top up tanpa konfirmasi.

“Apalagi fitur autoticket saat ini sudah bisa dipakai untuk semua maskapai. Agen hanya booking dan memberikan kode bayar kepada konsumen. System akan melakukan pekerjaan sisanya. Konsumen bayar melalui bank transfer tidak perlu konfirmasi ke agent dan tiket pun terkirim langsung ke email konsumen. Agen tidak perlu repot repot melakukan issuing tiket karena dikerjakan oleh server. Yang akan muncul di layar ATM atau internet banking adalah nama agent, bukan nama VAN. Fitur ini sangat cocok untuk konsumen retail, dimana momen khusus seperti Lebaran ini lebih dominan pada pasar end customer,” papar Ulya.

Selain itu, VAN juga melakukan perubahan algoritma dalam mencari harga termurah untuk International Airlines. Meningkatnya jumlah consumer class di Indonesia yang pergi berlibur keluar negeri merupakan peluang yang besar buat agen.

“Kemudian adalah dibukanya deposit dalam bentuk USD (Dollar). Selain menggunakan IDR (Rupiah), tiket international juga dapat dibayarkan dengan menggunakan USD. Keuntungan bagi agen adalah terhindar dari selisih kurs mata uang tersebut sehingga harganya makin kompetitif. Mungkin saat ini hanya VAN yang memiliki dual deposit yakni IDR dan USD,” ungkap Ulya.

Dengan segala kemudahan tersebut, VAN yakin menjadi merek yang bisa memberikan bukan hanya efisiensi namun juga profit yang menarik bagi agennya. Belum lagi nilai investasi yang sangat terjangkau, bahkan untuk kalangan mahasiswa sekalipun.

Untuk menjadi agen, cukup membayar Rp 299 ribu saja. Agen bisa berjualan untuk semua maskapai penerbangan domestik, international, hotel dan kereta api. Bagi travel agent yang sudah memiliki keagenan airlines, namun belum menjadi IATA Agent, dapat join paket GIA Standard sebesar Rp 199 ribu dengan komisi Garuda Airlines senilai 3.2% basic fare. VAN juga menyediakan paket bagi yang menginginkan komisi lebih besar, dapat join VAN Pro senilai Rp 4.999.000 maupun GIA Premium senilai Rp 2.999.000. Semua jenis paket keanggotaan secara otomatis mendapatkan akses untuk booking dan issuing tiket maskapai international, kereta api dan hotel.

“Tidak ada syarat khusus menjadi agen, cukup mengisi form pendaftaran di web. Pasti tidak terbayang bahwa dalam 5 menit, Anda sudah dapat menjalankan bisnis travel dengan biaya yang sangat murah, cukup Rp 299 ribu. Setelah form pendaftaran diisi, system akan menerbitkan kode bayar. Setelah pembayaran atas kode bayar tadi sukses dilakukan, system secara otomatis akan mengirimkan user ID ke email pendaftar. Dalam hitungan menit, anda sudah dapat memiliki travel agent dengan nama agent anda muncul di layar bank untuk pembayaran oleh end customer,” pungkas Ulya.

Yuk, klik informasi ini untuk lebih detailnya.