Badan Pusat Statistik melaporkan, setidaknya ada sekitar 104.211 juta sepeda motor yang hilir mudik setiap detiknya di jalanan di negara tercinta ini. Jumlah yang cukup fantastis, mengingat populasi Indonesia berada pada angka 250-an juta jiwa. Bisa dikatakan, dengan jumlah sepeda motor tersebut, satu rumah bisa memiliki lebih dari satu buah sepeda motor. Peluang bisnis yang berhubungan dengan sepeda motor pun ikut berkembang,mulai dari aksesoris, bengkel, hingga modifikasi.

F16 Indonesian Workshop Association (F-16 IWA) adalah satu diantara beberapa merek bisnis yang berhasil memanfaatkan berkembangnya pasar sepeda motor di Indonesia.

Hadir dengan konsep yang berbeda, F16 tidak hanya menawarkan aksesoris komplit seputas sepeda motor, namun juga menawarkan modifikasi yang fungsional dan custom. Alhasil, siapa pun konsumen yang menggunakan jasanya, pasti akan bangga. Sebab, modifikasinya bukan modifikasi pasaran.

“Sudah menjadi rahasia umum, setiap pemilik motor baru memanfaat kartu 3 kali service gratis. Setelah itu, biasanya mereka beralih ke bengkel lain. Mereka lebih suka bengkel yang juga bisa mendandani, fashion dan modifikasi. Itulah lifestyle pengendara motor zaman sekarang,” ungkap Willy Dreskandar, founder and owner F16.

F16, lanjut Willy, mengedepankan konsep Lifestyle, Fashion, Boutique, Modification dan Service. Lifestyle bisnis yang tidak ada matinya. Fashion dandanan motornya. Boutique adalah toko yang menyediakan bermacam aksesori. Semuanya bermuara di kreatifitas Modification.

Dengan konsep bengkel ‘plus’, maka F-16 punya diferensiasi yang jelas. Jika bengkel umum yang hanya menawarkan jasa, customernya boleh dibilang motor-motor yang sekedar lewat, yakni yang mogok dan kempes ban. Mereka akan datang ke bengkel yang paling dekat, dan setelah selesai urusan, langsung pergi. Sebaliknya, jika bengkel kita termasuk bengkel ‘plus’ (modifikasi, variasi dan spareparts) maka customer yang datang bukan yang sekedar lewat, mogok atau kempes ban. Alhasil, antara bengkel F-16 dan customernya terjadi ‘chemistry’ alias ‘ikatan batin’ dan loyal. Mereka datang lagi, belanja lagi dan dandan lagi.

Terjadi fenomena mirip boutique dan rumah mode. Para fashion people memilih pakaian dan aksesori, lantas mencobanya di fitting room. Begitu juga di F-16, fashion bikers memperhatikan aksesori di etalase. Lantas mencocokkan dengan motornya. Ada tersedia bermacam desain, bentuk, gaya dan warna.

“Service sengaja kami urutkan paling belakang. Artinya, kami tetap melayani jasa service. Bahkan bengkel F-16 dilengkapi peranti semi-computerized untuk membantu seting dan tune-up. Seperti digital tachometer, smart charger accu, HIDS, dan sebagainya,” jelas Willy.

Workshop (bengkel) dan Boutique (toko) F-16 MOTOR dibuka Januari 2008. Kemudian dikembangkan menjadi sistem Business Opportunity (BO) atau Kemitraan F-16 Indonesian Workshop Association (F-16 IWA). Dari bisnis waralaba, lantas berkembang dengan lembaga kursus F-16 Mechanic & Modification Training Center (F-16 MMTC). Lembaga kursus ini bukan hanya untuk mekanik saja, tapi juga bermanfaat untuk staf toko, manager toko atau bahkan calon pemilik usaha bengkel motor. Sekarang suku usaha F-16 MOTOR adalah Business Opportunity / Kemitraan Bengkel, distributor dan grosir untuk alat bengkel, spare parts dan variasi sepeda motor, workshop, fashion, boutique, modification, service, serta penyalur mekanik.

"Saat ini kami sudah membuka lebih dari 70 bengkel (35 diantaranya di bawah bendera F-16 IWA).Bengkel kami tersebar di Pulau Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur dan Papua. Kami tidak hanya membuka bengkel, atau sekedar mendistribusikan barang, tetapi juga menebarkan trend modifikasi dan menjadi trend setter," pungkas Willy.

Ingin tahu lebih jauh tentang F16? klik F16 Indonesian Workshop Association atau isi aplikasi di bawah ini.