“Harapannya bisa terus eksis di tahun depan dengan membuka lebih banyak cabang, terutama di seluruh wilayah Jabodetabek,” kata Sri Sumarni saat dihubungi Franchiseglobal.com via telepon beberapa waktu lalu.

Menjelang akhir 2018, bisnis ayam gorengnya itu berjalan dengan mulus. Buktinya, banyak cabang baru yang dibuka seperti opening resto dan kafe terbaru di UMJ, Srengseng Sawah Jagakarsa, Expresa di Cinere, serta beberapa booth di Gandul, Cipete Karang Tengah.

“Tanggal 30 November nanti kita juga akan opening di Jogja, tepatnya di Jl. Kaliurang KM 10,” tambahnya.

Selain itu, Kane juga memiliki beberapa menu baru seperti menu super hot yang terdiri dari fried chicken “gepuk”, serba penyet, ayam & lele kremes dan sup ranjau. Selain itu juga ada menu extra Kane seperti soto, capcay, kwetiau, mie/bihun goreng, nasi goreng dan juga tahu tempe.

Terkait dengan peluang bisnis yang ditawarkan, nilai investasi Kane mulai dari Rp17 juta untuk paket booth, Rp50 juta untuk paket express, Rp135 juta untuk paket mini resto, dan Rp200 juta untuk paket resto.

Silakan klik Kane Fried Chicken untuk mengetahui nilai investasi, BEP dan informasi lainnya. [ded]