Penganan berbahan dasar olahan ayam goreng masih menjadi primadona, karena diminati berbagai kalangan mulai anak-anak hingga orangtua,  kelas ekonomi menengah bawah sampai kelas atas. Tak heran, gerai-gerai makanan cepat saji berbahan baku olahan ayam tumbuh subur, mulai dari yang menggunakan gerobak hingga yang berkonsep resto.

Salah satu brand resto cepat saji berbahan baku olahan ayam yang kian gencar melebarkan sayap bisnisnya yakni Rocket Chicken. PT Rocket Chicken Indonesia, pemegang merek Waralaba Rocket Chicken, menargetkan hingga akhir 2016 mampu memperluas pangsa kemitraan Rocket Chicken sebanyak 250 outlet.

Wahyu Bagus Irawan, Regional Manager Rocket Chicken, mengemukakan hingga Oktober 2016 perluasan kemitraan Rocket Chicken sudah mencapai 243 outlet, dengan wilayah penyebaran mencakup Kalimantan, Medan, Palembang, Pekanbaru, Jawa Timur, Jawa Tengah dan NTB serta Cikarang juga Karawang.

“Ramai peminat, jadi sejak awal tahun 2016 nilai investasi per outlet Rocket Chicken berkonsep resto naik menjadi 200 juta Rupiah untuk wilayah Jawa, dan di luar Jawa mencapai 250 juta Rupiah, dari sebelumnya 155  juta Rupiah untuk wilayah Jawa dan 215 juta Rupiah untuk luar Jawa,” kata Wahyu.

Wahyu menambahkan, Rocket Chicken pusat mewajibkan pembayaran biaya royalti setiap bulan, dengan dua pilihan cara pembayaran, pertama, royalti sebesar 25 persen dari laba bersih. Kedua, royalti 4 persen dari omzet per bulan.

Menurut wahyu,  Waralaba Rocket Chicken  pun masih membuka peluang bisnis bagi calon mitra yang serius menggeluti bisnis fast food fried chicken, mencakup franchise fee selama lima tahun, resto equipment, renovasi, dan fasilitas penunjang lainnya.