Terpilih sebagai mitra terbaik Black Kebab, Djohan mengaku senang dan bahagia. Dia berharap bisnis kebab yang ia jalani sejak Desember 2017 lalu ini bisa semakin besar dan berkembang. “Ternyata hasil kerja keras kita terapresiasi. Saya sangat senang dan bahagia sekali tentunya,” ucap Djohan bangga saat berbincang dengan wartawan Franchiseglobal.com usai menerima penghargaan.

Dia pun menjelaskan strateginya sehingga bisa terpilih menjadi mitra terbaik Black Kebab. Menurutnya, manage SDM (Sumber Daya Manusia) adalah hal yang paling utama. “Karena kita gak mungkin terjun sendiri mengatasi semua permasalahan selain dengan tim,” ujarnya.

“SDM inilah yang kemudian kita lakukan management terhadap mereka seperti mengadakan training sehingga mereka konsisten dalam meracik serta mengolah produk yang kita jual. Kita akan terus memberikan pelayanan terbaik kepada semua pelanggan. Jadi kenapa kita terus menerus melakukan itu,” katanya.

Melihat perkembangan Black Kebab yang terus mengalami peningkatan, Djohan pun berencana untuk menambah outlet lagi, terutama di wilayah Jawa Tengah. Tapi, kata dia, nantinya tak menutup kemungkinan juga dirinya membuka outlet di luar Jawa Tengah.

“Karena kita melihat potensinya tidak ada yang menunjukkan tanda-tanda penurunan. Berarti kita harus ada ekspansi. Saya sih time frame-nya per enam bulan dan masih di area Solo karena permintaannya yang masih sangat tinggi,” tutup Djohan.

Saat ini, Djohan telah memiliki 3 buah outlet Black Kebab di Solo. Selisih dari masing-masing outlet hanya per enam bulan saja sejak pertama membuka bisnis ini di tahun 2017 dengan segmentasi market di mall-mall.

Sekedar informasi, Black Kebab sendiri masih terus mencari calon mitra yang ingin bergabung dengan jaringan bisnisnya. Ada 6 konsep yang ditawarkan, yaitu konsep gerobak (kecil dan standard) dengan nilai masing-masing Rp35 juta dan Rp45 juta. Lalu ada konsep booth 1 dan booth 2 dengan nilai masing-masing Rp55 juta dan Rp75 juta. Kemudian ada juga konsep island Rp65 juta dan konsep branding Rp35 juta.

Dengan nilai tersebut, mitra akan dikenakan royalty fee sebesar Rp500 ribu setiap bulannya. Sementara lama BEP-nya sendiri paling lama 3 bulan dengan omset per bulannya bisa mencapai Rp31 jutaan. [ded]