Menyadari hal tersebut, Tata Setiawan, mitra Sabana Fried Chicken yang berlokasi di Warung Silah, Jagakarsa, Jakarta Selatan ini pun tak mau sembarangan dalam melayani konsumen. Menurut dia, konsumen harus diutamakan serta permintaannya juga harus terpenuhi dengan baik.

“Sepanjang hal tersebut masih bisa kita lakukan, ya kita lakukan dengan sepenuh hati,” ujarnya seperti dilansir Franchiseglobal.com dari laman resmi Sabanaku.com, Senin (15/10/2018).

Menurut Tata, dia akan tetap konsisten melayani pelanggan atau konsumen sesuai dengan arahan dan SOP yang diberikan oleh pusat. Sebab, kata dia, itu adalah salah satu kunci sukses dalam menjalankan usaha ayam gorengnya.

“Sebab bagaimanapun juga, pelanggan yang sudah jatuh hati dengan kita, pasti akan mencari letak dimana posisi usaha kita berada, mereka cari dan tanya dimana kita pindah,” katanya.

Hal inilah yang ia rasakan sekarang, dimana pelanggan loyalnya selalu datang ke booth walaupun harus berbalik arah.

“Penjualan saya bertahan di angka 13-16 ekor per hari, dan angka itu pada akhir pekan bisa meningkat,” kata Pria yang berasal dari Ciamis Jawa Barat ini.

Ia pun bertekad melakukan berbagai langkah praktis dalam meningkatkan penjualan, salah satunya dengan melakukan promosi dan tester.

“Semua sedang kami lakukan, semoga ada perbaikan dan peningkatan omset, sedangkan untuk menu-menu baru, kita masih survey pasar di sini, jika respon bagus, kita segera realisasi,” katanya bersemangat.

Peluang bisnis Sabana sendiri masih sangat bagus di industri waralaba makanan, khususnya di kategori ayam goreng. Nah, bagi Anda yang tertarik untuk menjadi mitra bisnisnya, siapkan dana sebesar Rp22,5 juta. Dengan nilai tersebut, mitra sudah bisa balik modal hanya dalam kurun waktu 2 tahun.

Silakan klik Sabana Fried Chicken untuk mengetahui nilai investasi, BEP dan informasi lainnya. [ded]