Pertama kali mengetahui bisnis Nibras, pak Syamsul langsung memutuskan untuk bergabung. Outlet pertamanya hadir di tahun 2011 lalu di Tegal. Hingga kini, sudah ada tiga outlet yang telah dibukanya.

“Alasan ikut bisnis Nibras ini awalnya karena tahu desain dan modelnya bagus. Lalu bisa diterima pasar juga dan harganya terjangkau. Waktu itu juga dimudahkan untuk menjadi mitra, tidak ada kesulitan sama sekali,” ungkap pak Syamsul saat dihubungi wartawan Franchiseglobal.com via telepon, Rabu (9/1/2019).

Baca juga: Ibu Yanti, Guru TK yang Terpikat Bisnis Nibras

Dia mengatakan, Nibras kedepannya akan terus berkembang. Hal tak lepas dari kinerja manajemen pusat yang dinilainya cukup bagus. Tak hanya itu, Nibras juga sangat baik dalam hal pelayanan serta mendengarkan aspirasi dari para distributornya.

Selain memiliki tiga outlet, pak Syamsul juga memiliki agen yang jumlahnya mencapai 250 agen serta 8 Nibras House Mini.

“Karena peluangnya ada. Makanya kami terus menambah outlet. Kalau kita ingin menambah omset kan harus menambah pasarnya. Karena di outlet pertama dan outlet kedua kami rasa ada keuntungan, makanya kami buka outlet ketiga. Insha Allah Februari nanti akan buka outlet keempat di Pemalang,” jelasnya.

Baca juga: Nibras Terus Berinovasi, Ibu Ayunda pun Jatuh Hati

Untuk membuka satu outlet, pak Syamsul bisa menghabiskan dana sebesar Rp300 jutaan, belum termasuk bangunan. Kendati demikian, dalam kurun waktu 1,5 tahun dia sudah bisa balik modal.

Selain Nibras, pak Syamsul juga memiliki brand lain di kategori bisnis yang sama. Sedikitnya ada 7 brand lain yang ia punya. Namun dia lebih dominan ke Nibras.

“Nibras beda dengan bisnis yang lain. Dibanding dengan yanglain, ini sangat murah, mudah dan sangat membantu. Jadi tidak ada kerugian investasi apapun dan yang kita keluarkan itu murni untuk kita. Tidak ada yang kembali ke Nibras pusat. Tidak ada biaya royalti, pelatihan, semuanya digratiskan untuk tahun ini,” katanya.

Baca juga: Melirik Potensi Bisnis Busana Muslim Nibras

Untuk bisa menghasilkan income yang maksimal, memiliki visi yang besar adalah hal yang utama. Selain itu, memiliki keyakinan yang kuat, sehingga tidak mudah putus asa dan tidak gampang goyah saat kesulitan.

“Terakhir, memiliki keberanian untuk mengambil risiko. Harus dibuktikan dengan kemauan kita untuk berbagi dan memberikan manfaat kepada sesama,” pungkasnya. [ded]