Semua penghargaan tersebut tentu tak lepas atas kinerja sang owner, Alexander Theo yang sangat brilian. Sebagai owner, Alex mempunyai cara tersendiri untuk mengembangkan bisnis ayam gorengnya itu yakni melalui strategi digital branding yang dinilainya cukup ampuh untuk memperkenalkan cita rasa Crispyku dan melebarkan sayap bisnisnya.

Selain itu, Alex juga mengkolaborasikan bisnisnya melalui strategi offline marketing dengan mengikuti berbagai macam pameran franchise serta pembuatan brosur-brosur. Hasilnya, mitra-mitranya pun puas. Ditambah dengan support lebih yang diberikan oleh kantor pusat. Tak heran kalau banyak dari mitranya membuka lebih dari satu outlet.

“Semua kita berikan seperti support sistem, free ongkir produk, sehingga mitra merasa terbantu. Disamping itu, kami juga berikan discount yang menarik bagi mitra yang ingin menambah outlet,”ujar Alex pada wartawan Franchiseglobal.com beberapa waktu lalu.

Menu yang disajikan Crispyku Fried Chicken juga terbilang inovatif. Selain ayam goreng tepung, Crispyku juga menyajikan Beef and Chicken Burger, French Fries dan ayam geprek sambel cobek. Tak ketinggalan inovasi minuman bubble juga turut dihadirkan yakni Crispyku Drinks.

Terkait dengan peluang bisnisnya, Crispykumembuka beberapa tipe nilai investasi yakni paket modern senilai Rp20 juta, paket exclusive senilai Rp26 juta, paket istimewa Rp49 juta dan paket mini resto Rp250 juta. Sementara untuk Crispyku Drinks, nilai investasinya dipatok Rp8,5 jutaan.

Menariknya, mitra tidak dibebankan biaya royalti selama dua tahun. Tapi di tahun ketiga, biaya royalti berlaku sebesar Rp2,5 juta untuk setiap tahunnya. Untuk perkiraan omset, rata-rata per bulan mencapai Rp30 juta sampai Rp60 jutaan. Dengan begitu, estimasi balik modal sekitar 6 sampai 12 bulan.

Crispyku juga sudah terdaftar di Kementerian Perdagangan dengan diraihnya Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW) pada 2 Oktober 2016 lalu dan terdaftar di Departeman Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Kementerian Hukum dan HAM sejak tahun 2010.

“Tips mencari waralaba yang baik, ialah cari merek waralaba yang sudah terdaftar di Departemen HAKI dan terdaftar STPW,” tutup Alex.

Saat ini, Crispyku sudah memiliki hampir 700-an outlet yang tersebar di seluruh Indonesia. Sepanjang 2018 sendiri, Crispyku telah menambah 70 outlet barunya sehingga predikat Rising Business pun layak disematkan kepada brand ini.

Silakan klik Crispyku Fried Chicken untuk mengetahui nilai investasi, BEP dan informasi lainnya. [ded]