JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM – Dampak pandemi COVID-19 telah memukul semua sektor bisnis di tanah air, tak terkecuali bisnis franchise. Hal ini pun dirasakan oleh Melia Laundry, pionir franchise laundry yang sudah eksis sejak 1996 silam. Kendati demikian, saat mulai diberlakukan pelonggaran oleh pemerintah beberapa waktu lalu, bisnis Melia Laundry berangsur bangkit.

“Waktu di bulan Maret sampai April itu kita sangat terkena dampaknya. Ada penurunan sekitar 40% saat itu. Tetapi selepas lebaran kemarin, kami mulai naik dan sekarang penurunannya tinggal 20%. Kami yakin akan terus naik karena kami menerapkan apa yang dianjurkan pemerintah untuk bisa kembali normal,” ujar Direktur Utama Melia Laundry Group, Anna Yulianti di acara Franchise Talk yang diselenggarakan oleh FRANCHISEGLOBAL.COM secara virtual pada Selasa (4/8) lalu.

Menurut Anna, era new normal menjadi peluang yang sangat menjanjikan untuk bisa kembali memulihkan bisnis laundry miliknya yang sempat terdampak. Untuk itu, sejumlah strategi pun dilakukan, salah satunya dengan meningkatkan layanan pickup dan delivery service maupun door to door ke pelanggan.

Selain itu, lanjut Anna, pihaknya juga memanfaatkan media sosial untuk lebih mendekatkan diri ke konsumen maupun para mitranya serta lebih meningkatkan mutu dan kualitas produk terbaik dengan kebersihan dan higienis produk sesuai dengan standar protokol kesehatan.

“Saat new normal, masyarakat akan lebih menjaga kebersihan terhadap diri sendiri dan lingkungan, salah satunya memperhatikan kebersihan pakaian. Dengan begitu, ini jelas menjadi peluang bagi bisnis Melia Laundry. Dengan ini jelas kalau bisnis laundry tahan krisis maupun pandemi, terbukti Melia Laundry tetap eksis di usianya yang hampir 25 tahun ini. Dan target kami di tahun 2021 nanti semuanya akan kembali normal,” kata dia.

Bisnis franchise Melia Laundry terdiri dari 3 paket yakni paket laundry satuan dengan nilai investasi sebesar Rp650 juta (belum termasuk ppn). Nilai tersebut sudah termasuk pembelian mesin-mesin dan perlengkapan sebesar Rp500 juta dan franchise fee selama 5 tahun sebesar Rp150 juta.

Sementara untuk paket laundry hotel nilai investasinya mencapai Rp2,5 miliar. Nilai tersebut sudah termasuk mesin laundry hotel (2 line) sebesar Rp2,350 miliar dan franchise fee selama 5 tahun sebesar Rp150 juta. Dan yang terakhir adalah paket laundry on kilos sebesar Rp150 juta dengan rincian Rp125 juta untuk mesin berikut perlengkapan dan franchise fee selama 5 tahun sebesar Rp25 juta.

“Sampai saat ini, kami telah memiliki 75 workshop serta 600 counter dan agen di seluruh Indonesia,” tutup Anna.