Franchiseglobal.com – Di era digital dan persaingan global yang ketat menuntut setiap individu memiliki skill yang unggul termasuk bahasa yang baik, utamanya mahir dalam berbahasa Inggris. Tentu hal ini mendorong para orang tua memberikan pendidikan pada anak sejak masa Golden Age, 2-5 tahun.

Sehingga penting bagi orang tua memilih metode tepat belajar bahasa Inggris di usia emas anak. Dalam hal ini Lembaga Kursus Bahasa Inggris, I Can Read memberikan tipsnya yang dikemukakan di acara diskusi bertemakan “Equipping Children in The Rest of Their Lives” di Jakarta (19/9/2019).

Beberapa pembicara dihadirkan di antaranya; Achsinfina Sinta (konsultan psikolog pendidikan), Afan Suryadi (Managing Director I Can Read Indonesia), Mateo Rafe Winarta (alumni I Can Read dan siswa berprestasi Binus School Serpong).

Metode Belajar Tepat

Achsinfina Sinta selaku konsultan psikolog pendidikan mengatakan usia emas merupakan usia ideal di mana anak sedang dalam kondisi optimal dalam menyerap informasi dan keterampilan baru, khususnya dalam keterampilan berbahasa Inggris.

Selain usia ideal, metode pembelajaran pun turut menjadi kunci kesuksesan dalam pembelajaran bahasa Inggris sejak dini. Penggunaan Teknik dan metode tepat akan berpengaruh secara signifikan dalam proses belajar anak, termasuk di masa Golden Age.

“Setiap anak punya gaya belajar dan kemampuan menerima keterampilan baru yang berbeda- beda. Maka dari itu metode pembelajaran yang tepat akan secara signifikan mempengaruhi kesuksesan anak dalam memahami keterampilan baru, khususnya bahasa Inggris,” tuturnya.

Sinta menjelaskan tahap pembelajaran bahasa Inggris terbaik untuk anak pada masa ini adalah reading, yang kemudian berlanjut ke tahap lainnya yaitu listening, speaking, dan weiring. Maka dari itu pondasi reading yang kuat akan menjadi asset yang sangat bermanfaat untuk tahap selanjutnya.

Hal inilah yang menjadi landasan, program belajar di I Can Read dimulai sejak usia 2.5 sampai 16 tahun. I Can Read secara unik menggabungkan berbagai gaya belajar seperti auditori, visual, dan kinestetik yang membantu anak belajar secara efektif dan efisien, yang dapat mempermudah dan mempercepat anak mahi bahasa Inggris.

Metode khas ini mengajarkan anak dengan Teknik pelafalan, sehingga anak dapat membaca kata secara tepat bahkan untuk kata yang belum dikenal sebelumnya. Metode ini dirancang sedemikian rupa sehingga keterampilan akan tertanam dalam ingatan jangka panjang anak.

 

Keterampilan Fonologis

Afan Suryadi, Managing Director I Can Read Indonesia mengungkapkan I Can Read berbeda dibandingkan kursus bahasa Inggris lainnya dikarenakan metode yang digunakan dipandang efektif dan efisien dapat mempermudah dan mempercepat anak dalam mempelajari bahasa Inggris.

“Kelebihan metode I Can Read adalah dengan menggunakan pendekatan skill- by- skill yang meliputi semua kemampuan dasar bahasa Inggris yaitu reading, listening, speaking dan writing. Metode I Can Read ditujukan untuk membangun keterampilan bahasa Inggris yang kuat pada anak sejak dini melalui kesadaran fonologis, sehingga dapat membantu anak dalam mempelajari bahasa Inggris secara efektif dan efisien,” ungkapnya.

Mempunyai keterampilan bahasa Inggris yang baik, tentunya akan membuka peluang prestasi. Hal inilah yang dirasakan Mateo Rafe Winarta, alumni I Can Read. Prestasi itu Ia buktikan di mana di tahun ini dirinya mengikuti World Mathematics Invitational (WMI) di Jepang dan berhasil meraih medali perunggu: keterampilan “higher order thinking”.

“Apa yang Aku pelajari di sini (I Can Read) sangat membantu. Aku dapat dengan mudah memahami soal cerita yang semuanya dalam bahasa Inggris, dan aku dapat menjawab soal- soal tersebut dengan baik,” ceritanya.

Pada kesempatan yang sama, I Can Read memperkenalkan program terbarunya yakni “English 1 to 6” yang dirancang khusus untuk anak usia sekolah dasar sampai 16 tahun.

“Kami berharap dengan program baru ini, anak akan menjadi lebih percaya diri dengan kemampuan bahasa Inggris mereka. Bahasa Inggris sekarang menjadi aset yang penting dalam kehidupan, dan I Can Read dapat memberikan anak bekal keterampilan yang dapat digunakan sepanjang hidup mereka,” tutup Afan Suryadi, Managing Director I Can Read Indonesia.