JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM - Bisnis franchise atau waralaba merupakan bidang bisnis yang diminati banyak orang, terutama bagi para pemula.

Pasalnya, selain bisnis ini sangat mudah dijalankan, bisnis waralaba juga lebih mudah dipromosikan karena rata-rata sudah ada banyak orang yang mendengarnya.

Meski begitu, untuk menjalankan bisnis ini dibutuhkan kehati-hatian agar bisnis mampu berkembang pesat, jika tidak mungkin usaha waralaba yang dijalankan tidak berkembang atau bahkan mengalami kerugian.

Untuk itu, perhatikan sepuluh kesalahan yang sering dilakukan dalam bisnis waralaba di bawah ini, sehingga segala keputusan yang diambil akan memberikan keuntungan buat bisnis waralaba yang dijalankan. Berikut penjelasan singkatnya.

1. Pinjaman Modal Tanpa Perhitungan
Dalam menjalankan sebuah bisnis, tentunya seseoramg memerlukan dana yang besar untuk mengembangkan bisnisnya.

Para pemilik usaha waralaba tidak semuanya memiliki dana dalam jumlah besar di rekening mereka. Kebanyakan mengambilnya melalui pinjaman dari bank, atau lembaga keuangan lainnya.

Tidak masalah memang, tetapi yang dikhawatirkan adalah ketika terjadi peminjaman dana dalam jumlah besar, ternyata bisnis tidak berjalan sebagaimana mestinya bahkan mengalami kerugian. Tentunya akan menjadi masalah untuk pemilik bisnis.

2. Salah Memilih Partner
Kesalahan berikutnya adalah kurang tepat dalam memilih partner bisnis. Pilihlah partner bisnis yang punya pengalaman di bidang yang sama, atau paling tidak mengerti mengenai bidang usaha yang dijalankan.

Sehingga ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, partner tersebut dapat membantu menyelesaikan masalah bukan malah menambah masalah.

3. Terlalu Cepat Ekspansi
Kesalahan selanjutnya adalah terlalu cepat melakukan ekspansi usaha seperti membuka cabang baru di daerah atau tempat lainnya.

Umumnya ukuran bisnis waralaba yang sukses dapat dinilai dengan bertambahnya cabang baru di tempat tertentu, namun jika pemilik dan manajemen dari usaha belum siap membuka cabang baru malah akan mendatangkan kerugian.

Dengan semakin banyak cabang baru yang dibuka, maka pengontrolan secara rutin oleh pemilik harus selalu dilakukan, untuk itu sesuaikan dengan kemampuan manajemen yang dimiliki, sebelum membuka cabang baru.

4. Minim Pengalaman
Dalam memulai bisnis waralaba pengalaman sangatlah penting. Untuk itu, banyak-banyak lah bertanya pada mentor, atau orang yang terlebih dulu menjalankan usaha semacam ini dan berhasil serta sukses.

Selain itu, minimnya pengalaman terkait bisnis franchise juga dapat membuat bisnis ini stagnan dan mungkin tidak bisa bertahan lama.

5. Training Belum Matang
Sebagai pemilik usaha waralaba, berikanlah training SDM dan juga SOP sesering mungkin pada para karyawan.

Bahkan, tidak hanya untuk karyawan saja, si pemilik bisnis juga harus banyak belajar mengenai SDM dan SOP agar dapat memberikan training dalam waktu yang cukup sering terhadap karyawan.

7. Konsep Belum Matang
Setelah bisnis waralaba dijalankan oleh orang yang memang terpilih untuk menjalankannya, maka bisnis jenis ini akan bertahan cukup lama, bahkan cenderung stabil tiap tahun.

Namun, jika sebaiknya sebagai pemilik jangan terlalu fokus untuk pengembangan bisnis waralabanya saja, tetapi juga bisnis yang sudah dibuat sebelumnya.

Intinya, jangan menawarkan konsep baru yang belum terbukti hasilnya, dan hanya mengganggu fokus usaha lain yang sedang berjalan.

8. Tidak Ada Dana Operasional
Kesalahan selanjutnya adalah tidak adanya dana operasional, usaha waralaba memang tidak memiliki dukungan dana operasional yang besar karena dana yang dimiliki pemilik waralaba biasanya berupa dana dari investor.

Kesalahan yang terjadi adalah tidak adanya cadangan dana khusus yang semestinya dimiliki oleh pemilik waralaba, untuk kegiatan operasional.

9. Komunikasi Kurang Efektif
Hubungan antara pemilik waralaba dan mitra yang menjalankan bisnis waralabanya, seharusnya bisa dijalankan dengan baik.

Memang, terkadang salah satu mitra memiliki lokasi yang jauh dengan waralabanya, namun itu dapat disiasati dengan kreativitas.

Sehingga kesibukan masing-masing pihak, informasi mengenai perkembangan bisnis franchise yang dijalankan dapat terus di-update.

10. Kekurangan Sistem Support
Sistem support yang dimaksud di sini adalah manajer di tiap-tiap cabang waralaba. Sehingga, ketika salah satu cabang memiliki masalah manajer yang telah disiapkan akan membantu memecahkan masalah tersebut.