Dalam beberapa tahun belakangan, waralaba Alfamart terlihat kian gencar membangun jaringan bisnisnya dengan mendirikan gerai baru ke seantero Nusantara. Tak tanggung-tanggung, sejauh mata memandang di beberapa sudut perumahan, telah hadir toko minimarket tersebut untuk menjangkau langsung pasar mereka di tengah-tengah pemukiman.

Alfamart sendiri kini masih membidik beberapa daerah yang memiliki prospek cerah untuk bisnis ritel, sekaligus mencari mitra yang mempunyai lokasi strategis dan ideal. Hal ini dilakukan tentu karena pangsa pasar bisnis minimarket yang semakin luas, dan keberadaan gerai seperti Alfamart makin dibutuhkan oleh masyarakat.

Kendati begitu, salah satu kendala dari franchise toko kelontong modern ini dalam membuka gerai baru adalah, mencari mitra yang memiliki usulan lokasi ideal atau sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Alfamart. Walau calon mitra tersebut diantaranya sudah mencukupi dalam hal modal, namun bila lokasi yang diusulkan tidak sesuai dengan standar yang telah disurvei oleh franchisor, tentu hal ini masih jadi pertimbangan untuk bisa membuka toko baru.

Untuk itu waralaba Alfamart kerap menjemput bola dengan mengikuti pameran bisnis franchise roadshow ke berbagai penjuru daerah di Indonesia. Diharapkan lewat pameran ini dapat menjaring mitra baru yang tidak hanya memiliki modal investasi yang memadai, tapi juga punya usulan lokasi atau tempat yang menjadi cikal bakal gerai minimarketnya beroperasi.

Seperti yang diungkapkan oleh Tomy Sugianto, General Manager Marketing Franchise Alfamart, jika pihaknya tengah mengoptimalkan tingkat keberhasilan mitra dengan menseleksi mereka secara lebih detail.

“Sudah pasti kami melihat dari tempat dan lokasi yang harus sesuai standar kami. Hal ini tentu menyangkut soal regulasi dan kebijakan perizinan, yang berkaitan dengan bisnis ritel minimarket di wilayah milik mitra tersebut,” ujarnya.

Lebih lanjut, bisnis dengen bendera dagang PT. Sumber Alfaria Trijaya itu akan mensurvey lokasi yang melihat dari potensi jumlah kepala keluarga dalam setiap radius per kilometernya. Terhitung dalam radius 1 km bisa mengcover 1500-2000 kepala keluarga, belum termasuk traffic orang yang lalu-lalang di sekitar lokasi tersebut.

Kemudian waralaba Alfamart juga menetapkan luasan lokasi minimal 250 M2, bisa berbentuk ruko, kios atau tanah kosong. Lalu sebagai tahapan utama, mitra diwajibkan pula menyiapkan investasi awal senilai Rp400 juta. Biaya itu belum termasuk sewa tempat namunsudah termasuk set up tempat bisnis, supply perlengkapan operasional lengkap, dan franchise fee selama lima tahun.

“Sistem waralaba kami menawarkan kemudahan, baik dari sistem bisnis minimarket, manajemen, standar operasional prosedur, program marketing, operasional bisnis, rekruitment karyawan, training SDM, dan training franchisee, semuanya dikerjakan oleh franchisor. Mitra atau franchisee franchisee tinggal siapkan modal dan tempat sebagai syarat bermitra dengan Waralaba Alfamart,” tutup Tomy. (adv)

Untuk informasi franchise, investasi, profit sharing, ROI, usulan lokasi dan info lengkap lainnya, Klik Waralaba Alfamart.

(Heksa R.P)