FRANCHISEGLOBAL.COM, JAKARTA - Ketatnya persaingan minimarket di Indonesia menuntut para pelaku bisnis minimarket harus lebih kreatif untuk memikat pelanggan. Selain terus melahirkan inovasi baru, berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat pun digelar untuk lebih mendekatkan diri ke konsumen.

Indomaret, misalnya, ingin mengulang sukses pada season 1, Indomaret awal September lalu menggelar Lomba Masak Season 2.

Customer Relationship Management Executive Director PT Indomarco Prismatama, Gondo Sudjoni mengatakan, kegiatan ini mengajak seluruh pelanggan Indomaret untuk ikut serta pada lomba masak ini.

“Tidak hanya memberikan pengalaman yang menarik, dinilai oleh chef ternama, dengan total hadiah total Rp 260 juta,” kata Gondo.

Gondo menambahkan lomba ini diikuti 910 peserta dari seluruh Indonesia, mereka ditantang untuk mengolah kreativitas, menyajikan menu andalan yang nantinya akan dijual sebagai produk Ready To Eat (RTE) di Indomaret.

Apalagi saat ini Indomaret sudah mencapai 20.000 lebih gerai dan sudah mencapai yang paling jauh ada di Sorong, Papua, maka supaya bisa dijual di seluruh Indomaret di Indonesia, salah satu syaratnya adalah dapat dibekukan.

Dalam Lomba Masak Season 2, ada 4 kategori menu yang dilombakan yaitu nasi bakar, Korean food, Japanese food, dan Western food dinilai oleh 3 chef yaitu Chef Norman Ismail, Chef Aiko Sarwosri, dan Chef Degan Septoadji.

“Para peserta juga mendapatkan masukan serta arahan dari ketiga chef untuk mengembangkan kemampuan memasaknya,” katanya.

Menurut Gondo, dari 910 peserta yang mendaftar, diseleksi menjadi 100 peserta bertanding di semifinal, hingga terpilih 40 peserta finalis Lomba Masak Indomaret Season 2.

Pada babak grand final, ke 40 peserta diberi waktu 90 menit untuk menyajikan 2 menu yang terdiri dari 1 menu sesuai kategori yang dilombakan dan 1 menu berbahan dasar ayam. Kreasi olahan ayam ini merupakan menu andalan finalis yang diberikan sebagai tantangan pada babak grand final.

Diakui Chef Degan Septoadji, ternyata, para finalis punya keahlian yang luar biasa. Salah satu peserta asal Kota Yogyakarta, Irfan Yulianto Dwi Santoso keluar sebagai juara pertama kategori nasi bakar, yang mengandalkan menu nasi bakar ayam suwir sambal kecombrang.

Dia pun berpesan kepada para peserta yang belum lolos ke semifinal maupun final, ikut kompetisi bukan hanya untuk mendapatkan uang/hadiahnya, tapi untuk mendapat experience. “Jadi, buat yang kali ini belum berhasil, jangan berkecil hati, ikut lagi nanti di season mendatang,” kata Norman.