Tim yang terdiri dari mahasiwa dan alumni Unika Soegijapranata Semarang berhasil menjadi tiga besar dalam ajang Indonesia Digital Tribe tahun 2022. Mereka mengajukan ide aplikasi bisnis JadiBoss.

JadiBoss merupakan ide platform jual beli waralaba yang menyediakan beragam variasi pilihan, jenis, dan harga.

Selain JadiBoss dalam ajang yang mengangkat tema IDT Final Day: Let’s Kickstart the Future, dua pemenang terpilih adalah Hello HOPE, dan CIRO WASTE. Final Indonesia Digital Tribe tahun 2022 digelar pada akhir Maret lalu di Jakarta.

Tim JadiBoss ini beranggotakan Yemima Dessy, Jose Victor, Yehuda Joy dan Andreas. Mereka mendapatkan apresiasi dari Kementerian BUMN sebesar Rp100 juta dan magang di kantor BUMN.

Sebelum menjadi juara di 3 besar, setiap tim harus bersaing dengan 1.500 peserta lain. Setelah terseleksi menjadi 20, mereka juga harus melewati tahap Final Battle dengan tujuh tim terbaik bersama dengan tiga Head Mentor Najwa Shihab (Pendiri Narasi & Head Mentor IDT Bidang Kreatif), Nadiem Makarim (Menteri Dikbud Ristek & Head Mentor IDT Bidang Teknologi) dan Erick Thohir (Menteri BUMN & Head Mentor IDT Bidang Bisnis).

"Kami membuat ide sebuah inovasi startup yang bisa bermanfaat untuk masyarakat luas, khususnya mereka yang berkecimpung di bidang UMKM," kata Yemima di kampus Unika BSB.

Ia menjelaskan di aplikasi JadiBoss ini nantinya semua layanan transaksi bisa dilakukan dengan sistem online. Harapannya memudahkan masyarakat yang ingin memulai usaha.

"Sampai dengan saat ini sudah ada 100 calon mitra, dari berbagai bidang atau jenis waralaba, mulai dari kuliner hingga jasa. Nanti akan diseleksi berdasarkan kriteria-kriteria tertentu," ujarnya.

Menurutnya ide JadiBoss ini dibuat karena sejauh ini belum ada wadah khusus berupa platform yang menyediakan informasi dan koneksi bisnis waralaba. Transaksi digital pembelian waralaba yang ada selama ini juga dinilai belum aman sepenuhnya.

"Pada platform ini tersedia fitur edukasi untuk memberi wawasan pada customer seputar dunia bisnis waralaba. Kami juga menyediakan halaman news, dimana customer bisa mendapatkan informsi serta bertukar pengalaman," ungkapnya.

Ia berharap, hadirnya platform itu akan memudahkan dan memberikan dorongan bagi para pemilik modal untuk menemukan dan memulai bisnis waralaba. Platform ini diyakini dapat mendukung pertumbuhan UMKM lokal dalam skala regional maupun nasional.

Sementara itu, Sekretaris Program Studi Arsitektur Unika, Gustav Anandhita MT menyatakan, mahasiswa arsitek juga memiliki kompetensi lebih dalam memecahkan masalah atau persoalan yang mengemuka di masyarakat. Prestasi yang ditorehkan Yemima bisa menjadi gambaran bagi mahasiswa arsitek lain untuk bisa berkarya dalam aspek apapun.

"Inovasi yang dilakukan alumni kami membuktikan bahwasanya lulusan arsitektur tidak harus menjadi seorang arsitek. Kami berharap mahasiswa lain akan terinspirasi untuk aktif mengikuti kompetisi," jelasnya.