Salah satunya adalah Ibu Yanti, mitra Nibras cabang Lampung. Sejak merasakan untung yang berlipat dari bisnis Nibras, Ibu Yanti memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan utamanya sebagai seorang Guru TK dan fokus menggeluti bisnis busana muslim ini. Kini, Ibu Yanti telah memiliki 11 outlet yang semuanya tersebar di Lampung.

“Pertama kali gabung dengan Nibras itu tahun 2011. Awalnya memang belum tau produknya seperti apa. Karena waktu itu ditawarin adik, kemudian coba jual di Lampung dan ternyata responnya bagus. Ternyata waktu itu di Lampung belum ada distributor, makanya saya coba ambil produknya,” kisah Ibu Yanti saat dihubungi wartawan Franchiseglobal.com via telepon, Selasa (8/1/2019).

“Waktu itu saya berfikir mau jual dulu. Jadi setelah proses berjalan dan memang perkembangannya bagus, saya melihat support dari Nibras juga sangat luar biasa untuk membangun distributornya agar bisa tumbuh dan berkembang.”

Baca juga: Nibras Terus Berinovasi, Ibu Ayunda pun Jatuh Hati

Saat itu, modal yang dikeluarkan Ibu Yanti saat pertama bergabung dengan Nibras sebesar Rp30 juta. Modal yang cukup besar bagi seorang guru TK saat itu. Namun tekad dan keinginan berwirausaha yang tinggi telah mengantarkan Ibu Yanti menuju gerbang kesuksesan.

Menurutnya, hampir setiap bulan ia berhasil meraup omset rata-rata mencapai Rp200 juta sampai Rp300 jutaan. Bahkan kata dia, selama pengalamannya di Nibras, hampir setiap tahun dia bisa balik modal yang sudah terselip keuntungan di dalamnya.

Baca juga: Melirik Potensi Bisnis Busana Muslim Nibras

Dengan pengalamannya itu, Ibu Yanti dan juga mitra-mitranya pun optimis bisnis Nibras akan terus berkembang. Apalagi, Nibras terus mengikuti update terkait model yang ditawarkan. Hal itu juga yang membuat Ibu Yanti terus bertahan sampai saat ini.

“Saya sudah 7 tahun di Nibras merasakan kalau terkait produk itu update banget dan memang harga juga masih sangat terjangkau. Kalau di sebelah mungkin produknya sama, tapi harganya bisa lebih tinggi dari Nibras. Selain itu support dari principal juga membuat saya tetap ada sampai sekarang,” tutup Ibu Yanti.

Sampai Maret 2019 nanti, Ibu Yanti menargetkan bisa membuka dengan total minimal 15 outlet. Sementara target omset yang dicanangkan sepanjang 2019 bisa mencapai Rp10 miliaran. [ded]