JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM - Bisnis kemitraan kian berkembang pesat di Indonesia, setidaknya ada 3 prinsip yang harus dipegang oleh prinsipal yakni bisnis tersebut menguntungkan pusat, menguntungkan mitra dan meminimalkan resiko. Hal itu diungkapkan oleh Tri Raharjo selaku Chairman TRAS N CO Indonesia & Indonesia Brand Network (IBN), Sekjen Perhimpunan Waralaba & Lisensi Indonesia (WALI)

Dia menjelaskan untuk membuka konsep bisnis kemitraan sebuah brand harus sukses terlebih dahulu. Adapun patokan sukses setidaknya jika konsepnya dalam bentuk outlet paling tidak harus balik modal dan jika dalam bentuk produk patokannya produk harus  laku di pasaran.

"Intinya kalau kita belum balik modal atau sukses, jangan sampai langsung mencoba menduplikasi bisnis kita," kata Tri Rahajo dalam acara seminar "Grow Your Business! 5 Ways to Build a Successful Brand" di Whiz Hotel, Cikini Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Lalu bagaimana membangun bisnis yang menguntungkan? Paling utama adalah niat baik prinsipal, selanjutnya adalah memilih merek yang tepat.  Nama brand harus sesuai dengan asosiasinya paling tidak dari sisi nama mudah diingat, dihafal dan diterima oleh masyarakat.

Selanjutnya prinsipal harus membuat formula produk dan harga, menyediakan sarana dan prasarana, membangun konsep marketing baik offline maupun online, memilih SDM yang tepat dari awal tentu juga diperlukan training center, menyiapkan operasional, mengkonsep investasi dan peruntukannya dan menjamin estimasi pengembalian modal.

Lalu sebenarnya apasih keuntungan dari menduplikat bisnis kita? Sumber keuntungan tersebut bisa di dapat dari beberapa konsep, di antaranya melalui keuntungan paket bisnis/ franchise fee/ license fee/ paket reseller, kemudian melalui penjualan produk/ bahan baku, sumber langkah lanjutan melalui royalti fee/ manajemen fee/ support fee dan pendapatan lainnya.

"Bisnis jaringan tentu hal penting yang perlu diperhatikan adalah distribusi produk dan monitoring. Jika ke dua hal ini terkendala tidak berjalan dengan baik, maka bisa jadi bisnisnya tidak akan tumbuh," ujar Tri Raharjo.

Untuk itu sejak awal, Prinsipal perlu memilih pola pengembangan kerjasama bisnisnya. Polanya  bisa melalui franchise/ lisensi, kemitraan/ peluang usaha/ paket bisnis, dan pola lainnya bisa melalui distribusi/ keagenan/ reseller.

"Jika polanya franchise maka diperlukan sebuah bisnis yang untung, unik dan mudah diduplikasi. Dalam sistem franchise ada point penting yang bisa diterapkan di berbagai pola bisnis, seperti brand, standar operasional prosedur (SOP), support sehingga mitra sukses (training, opening dan marketing) dan menerima fee," ungkapnya.

Dalam seminar ini diikuti oleh pebisnis dan perwakilan perusahaan di antaranya ada brand Teguk, Bakso Wong Djojo,  KiddyCuts, WMU Beauty, Superroti, nayz, Cantika Kemiri, VAV.Orites, HOT Patiserie, Sinar Bersih dan modalbisnis.id.

Seminar terdiri dari beberapa sesi materi sesuai tema yang diangkat  "Grow Your Business! 5 Ways to Build a Successful Brand. 5 materi tersebut yakni Membangun Bisnis yang Menguntungkan, Pola Kerjasama Pengembangan Bisnis, Membangun Brand di Era Digital, Memasarkan Peluang Bisnis dan Menduplikasi Bisnis Anda. Hal ini diharapkan peserta mendapatkan informasi secara rinci dan jelas, sehingga dapat diterapkan di perusahaan mereka selanjutnya.

Sumber: INFOBRAND.ID