Franchiseglobal.com – Bisnis pendidikan menjadi ladang emas di Indonesia. Hal ini juga berlaku di bisnis kursus bahasa Inggris. Salah satu pemain di bisnis ini ialah I Can Read, sejak berdiri 20 tahun silam kini I Can Read telah memiliki lebih dari 160 center di 14 negara Asia, dan 54 cabang di Indonesia. Kesuksesan inipun juga dirasakan oleh para mitranya.

Bong Sun Thin, salah satu mitra I Can Read yang juga merasakan kesuksesan tersebut. Namun siapa sangka wanita asal Bangka ini ternyata tidak memiliki background bisnis pendidikan. Lalu apa alasannya memilih bisnis pendidikan. Ia menjelaskan karena bisnis pendidikan sampai kapanpun dibutuhkan oleh semua parents dalam memberikan bekal kepada anak- anaknya khususnya Bahasa Inggris.

Sehingga selama ada anak- anak dilahirkan, maka bisnis pendidikan akan selalu ada dan tidak akan mati. Alasan lainnya, bisnis pendidikan memiliki resiko kecil. Wajar saja sebab untuk memulai bisnis hal yang paling ditakutkan adalah resiko besar.

Terbukti menurutnya dalam bisnis pendidikan tidak ada namanya hutang piutang, semua murid melakukan pembayaran di muka 6 bulan atau 1 tahun. Jadi resiko ditipu orang atau hutang tidak dibayar itu tidak ada.  

Wanita yang juga berprofesi sebagai Agency Director di perusahaan Insurance ini menuturkan pada awalnya Ia sangatlah bingung dan khawatir untuk memulai bisnis pendidikan. Seperti bagaimana mencari muridnya. Namun semua itu terjawab setelah bermitra dengan I Can Read.

Jatuh hati dengan I Can Read, Bong Sun Thin menilai I Can Read memiliki sistem dan jaringan yang baik. Karena menurutnya sebuah bisnis yang baik itu harus memiliki sistem yang baik juga mudah dijalankan dan memiliki jaringan yang luas.  Nah kedua hal tersebut dimiliki oleh I Can Read, tidak dengan lembaga kursus yang lain.

Bergabung sejak Maret 2017, kini Ia telah memiliki dua centre I Can Read. Ke-duanya berlokasi di Pluit Village dan di Jalan Balai Pustaka Rawamangun.  Ke-dua lokasi mendapatkan respon yang baik, bahkan untuk di Pluit, I Can Read menjadi rekomendasi dari sekolah- sekolah. Bong Sun Thin juga berkeinginan secepatnya untuk menambah centre baru lagi

“Puji tuhan, untuk cabang Pluit bahkan sebelum grand opening  sudah mendapat 38 student. Dan dalam waktu berjalan 5 bulan saja kita sudah mencapai lebih dari 100 murid. Di Rawamangun, kita baru opening Januari 2020. Tentu awalnya kita gencar mengedukasi masyarakat sekitar karena kondisi Rawamangun berbeda dengan di Pluit. Alhasil saat ini center Rawamangun sudah mencapai 60 murid,” katanya kepada Franchiseglobal.com melalui sambungan telephone belum lama ini.

Berdasarkan dari catatan pembukuan, Puji tuhan centre I Can Read Pluit dapat BEP dalam waktu 28 bulan. Semoga untuk center Rawamangun dapat achieve BEP lebih cepat dari yang di Pluit.

Bong Sun Thin berharap semoga I Can Read dapat terus berkembang, sukses, tambah banyak centre- centre baru yang dibuka di usia ke 20 tahun ini. Tak lupa juga untuk berkembang ke depannya, dengan melakukan inovasi dalam pengajaran bahasa Inggris serta kurikulum I Can Read dapat disesuaikan dengan dunia perkembangan pendidikan sekarang dan ke depannya.

“Kita juga berharap besar ke depannya, I Can Read dapat memiliki kurikulum pengajaran bahasa Inggris untuk orang dewasa dan untuk student yang mau melanjutkan studi mereka di luar negeri,” sarannya.

Serta tentu saja, hubungan dengan I Can Read tetap terjaga dengan baik. Sebab salah satu alasan dirinya memilih I Can Read, karena team worknya mereka yang sangat mensupport mitranya dari awal grand opening sampai saat ini.

“Banyak sekali yang telah mensupport saya, terimakasih kepada Mr Afan selaku Managing Director I Can Read Indonesia, Ms.Inge, Ms. Gia, Mr.Indrayanto, Mr. Lammy dan tim I Can Read lainnya yang mensupport sepenuh hati. Dengan support tersebut, tentu kami sebagai mitra sangat terbantu,” ungkapnya.

Adapun informasi lengkap seputar peluang bisnis I Can Read, dapat dilihat di link berikut https://www.franchiseglobal.com/i-can-read.html