JAKARTA, FRANCHISEGLOBAL.COM – Tepat pada Senin (9/3) kemarin, Melia Laundry & Dry Cleaning genap berusia 24 tahun sejak pertama kali hadir pada 1996 lalu di Yogyakarta. Sebagai ungkapan rasa syukur, pionir franchise laundry di Indonesia yang terbukti proven ini melakukan potong tumpeng bersama karyawan departemen franchise yang sudah 20 tahun bersama Melia Laundry.

“Selain tumpengan dan makan bersama, nanti tanggal 15 Maret kita juga akan mengadakan family gathering dengan seluruh karyawan dan keluarganya ke Saloka dan Cimory Semarang,” ucap Direktur Melia Laundry Group, Anna Yulianti saat dikonfirmasi FRANCHISEGLOBAL.COM melalui sambungan telepon.

Anna mengatakan, di usia Melia Laundry yang ke-24 tahun ini, pihaknya akan lebih mengutamakan kepuasan franchisee, terutama dari segi pelayanan dan kualitas. “Karena kalau mereka puas, sudah pasti mereka juga akan care terhadap workshop mereka,” tuturnya.

Tahun ini, lanjut Anna, pihaknya juga menargetkan akan membuka 6 workshop laundry satuan dan 6 workshop laundry kiloan dengan lokasi yang potensial di Kalimantan dan Sumatera. Sementara di awal tahun ini, Anna bilang, pihaknya sudah melakukan dealing dengan franchisee untuk membuka satu workshop satuan dan satu workshop kiloan.

“Tapi saya lagi mencanangkan di 2020 ini saya mau menggemparkan branding Melia Laundry di Jabodetabek. Kita di Jabodetabek sudah ada 14 workshop. Kalau secara total, saat ini jumlahnya ada 75 workshop baik satuan maupun kiloan yang tersebar di seluruh Indonesia,” jelasnya.

Melia Laundry masih terus membuka peluang bisnis ini. Bagi yang tertarik, nilai investasi yang dibutuhkan sebesar Rp650 juta untuk laundry satuan dan Rp150 juta untuk laundry kiloan.

“Tapi sekarang Melia Laundry ada dua konsep kerjasama. Pertama, dia (mitra) sebagai investor dan sebagai owner yang terjun langsung. Tapi kalau sebagai investor, nanti setelah satu tahun berjalan ada tambahan manajemen fee sebesar 2% sampai 3% dari omset,” tutup Anna.