Franchiseglobal.com  – Bisnis franchise Indonesia kian berkembang pesat. Di bawah payung Perhimpunan Waralaba & Lisense Indonesia (Wali) bisnis- bisnis ini memiliki misi franchise Indonesia dapat go internasional. Sehingga Wali mengajak pelaku bisnis Indonesia untuk hadir di expo- expo internasional. Salah satu expo yang berlasung di pekan ini 18- 20 Juli adalah Malaysia Internasional Ritel & Franchise Exhibition (MIRF).

Ketua Perhimpunan Wali, Levita Supit Ginting mengatakan di MIRF ini pelaku bisnis Indonesia disambut baik oleh masyarakat Malaysia, bahkan Menteri Perdagangan Malaysia pun hadir mengunjungi booth Wali di MIRF. “Mereka menanyakan apa yang Indonesia bawa, kita katakan bisnis franchise Indonesia banyak yang siap go internasional khususnya untuk Malaysia,” katanya kepada Franchiseglobal.com di pameran MIRF, Kamis, (18/7/2019).

Salah satu bisnis potensial adalah di bidang f&b, sebab lidah Indonesia dan Malaysia hampir sama. Sehingga tidak terlalu sulit untuk membawa f&b Indonesia ke Malaysia. Selain f&b ada juga seperti salon Muslimah, spa dan yang lainnya.

“Sehingga itu tadi tujuan kita membawa franchise Indonesia hingga ke Mancanegara. Termasuk Malaysia, masa sih ekspansi ke negara tetangga saja gak bisa tembus,” tuturnya.

Tatangan terbesar untuk berekspansi ke mancanegara selain SDM adalah marketnya. Sehingga setiap pembisnis harus melihat dahulu market di suatu negara tersebut sebelum memulai bisnisnya. Contoh di Malaysia, marketnya lebih kepada nuansa islami dengan produk halal.

“Jadi di Malaysia ini bisnis yang akan cepat lebih berkembang adalah bernuansa islami. Maka kita sebelum pergi membawa bisnis kita terlebih dahulu melihat negara tujuan, menilai kebiasaan di negara tersebut dan bisnis apa yang direspon baik oleh masyarakat di negara tersebut,” ujar Levita.

Di MIRF kali ini hadir beberapa brand asal Indonesia, seperti Pempek Farina, moz5 Salon Muslimah, Ceria Dental Clinic dan lainnya. Selama pameran booth- booth Indonesia mendapat respon baik. Levita Supit Ginting mengungkapkan sebagai ketua Komite Tetap Bidang Waralaba KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI INDONESIA (KADIN) dirinya banyak mendapat ajuan agar franchise Indonesia dapat hadir mengikuti expo- expo di beberapa negara.

“Contohnya dari Malaysia dan Taiwan, setelah opening MIRF senior- senior di sana sharing kepada saya bahwa di negaranya bisnis franchise dari luar sedang banyak diminati. Khususnya mereka berminat dengan bisnis franchise Indonesia nah saya bawalah mereka ke exhibitor Indonesia, nah responnya baik, saya baru sedikit padahal kita masih punya banyak franchise lainnya,” katanya.

Begitupun ketika mereka dishare terkait pameran Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) 13- 15 September di JCC, mereka ternyata baru mendengar informasi itu. Alhasil mereka berminat untuk bergabung di pameran, sebab melalui expo inilah kesempatan untuk suatu franchise berekspansi di Indonesia.

“Di FLEI ini kita hanya sebatas memfasilitasi mereka, melalui expo inilah nanti franchise mereka akan diketahui oleh masyarakat Indonesia. Sebagaimana kita di pameran MIRF, harapan kita di MIRF ini pengunjung ke exhibitor Indonesia bertambah lebih banyak. Untuk itu kehadiran Pak Menteri Perdagangan yang akhirnya diliput media menjadi effort memperkenalkan franchise Indonesia yang hadir di sini,” tutupnya.