Franchiseglobal.com - Peluang usaha makanan memang selalu menjanjikan, terutama camilan. Tak perlu modal banyak namun bisa menghasilkan keuntungan berkali-kali lipat.

Usaha gorengan mungkin dipandang sebelah mata oleh banyak orang. Tapi dengan citarasa yang khas dan inovasi, nyatanya makanan orang Indonesia ini bisa membuat kaya raya.

Efendi Ahmad owner Tapisi (Tahu, Pisang, Singkong) mengatakan, harus jeli melihat permintaan pasar. Alhasil walaupun masih terbilang baru, kini usaha gorengannya sudah memiliki belasan outlet.

"Tapisi berdiri di tanggal 27 November 2019, ini baru. Awalnya kita memang menciptakan karena ada bisnis keluarga, tahu kriuk yes yang berjalan duluan. Terus kita menciptakan karena ada beberapa pasar yang menginginkan pisang dan singkong. Jadi kita ciptakan tapisi dari tahu pisang singkong," kata Efendi Ahmad kepada Franchiseglobal.com.

Dia menjelaskan peluang usaha Tapisi sangat diminati masyarakat yang ingin memulai usaha. Terbukti walaupun terbilang new comer, Tapisi sudah banyak permintaan seperti di Bali dan Makassar.

"Kalau di Jakarta ada sekitar 10 sampai 12 outlet tapi di Bali ini lagi pembukan baru seminggu, antusiasnya juga lumayan," ujar Efendi.

"Kalau yang di Indonesia baru 15 outlet tapi yang repeat order ratusan, di Bali aja 40, Palembang sekitar 150 outlet, sama di makasar," imbuhnya.

Dia mengungkapkan kelebihan produk yang dimilikinya sehingga berbeda dengan yang lain. Selain rasanya yang khas tahu, pisang, singkong yang dijajakannya memiliki keistimewaan.

"Tahu kita lebih besar, produksi sendiri. Terus pisangnya dari gepok Kalimantan, Pontianak punya. Jadi bahan baku pilihan. Terus singkongnya dari singkong mentega, makanya dimakan di mulut lumer," katanya.

Tapisi mempunyai beberapa topping, seperti balado dan barbeque untuk tahu. Keju serta coklat untuk pisang dan singkong.

Untuk bisa membuka usaha Tapisi, Efendi menawarkan investasi senilai Rp15 juta tanpa ada franchise fee. Mitra Tapisi hanya diminta untuk reoeat order bahan baku.

"Investasi Rp15 juta sudah mendapatkan semuanya, di luar tabung gas, caberawit, tempat dan karyawan. Nanti karyawan kita training sampai bisa. Nggak ada franchise fee, cuma ngambil barang aja dari kita," jelasnya.

Dia berharap Tapisi akan merajai bisnis gorengan di Indonesia di 2020. Tak tanggung-tanggung, Efendi juga akan melebarkan sayapnya ke ASEAN.

"Target di 2020 menjadi raja gorengan di Indonesia, di ASEAN juga mudah-mudahan mau masuk kita ke Malaysia," tutupnya.