Kurangnya pemahaman masyarakat luas tentang perkembangan teknologi untuk mesin penghasil Nitrogen kembali menggerkan dunia maya. Akibatnya, sang CEO PT Global Insight Utama, Adang Wijaya yang juga menjadi salah satu pelaku bisnis Green Nitrogen angkat suara.

Adang mengungkapkan jika kejadian berulang yang dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab ini mampu menstimulus dampak negative pada masyarakat. “Ya jadi di salah satu media sosial ini viral ada seseorang yang mengunggah bahwa di outlet Green Nitrogen terdapat kecurangan karena adanya mesin kompresor angin,” katanya.

Padahal sejatinya, kompresor ini adalah tabung dimana kadar angin akan diolah sehingga mampu memisahkan gas oksigen dan gas nitrogen. Pada akhirnya melalui filtrasi yang ada di kompresor, Nitrogen lah yang akan di teruskan masuk ke dalam ban kendaraan.

Isu yang tidak benar adanya ini memang kerap terjadi untuk kesekian kalinya. Karenanya Adang juga mengumumkan jika aksi warganet yang awam tersebut tidak memengaruhi loyalitas customer. “Karena isunya gak jelas dimana, jam berapa, gak ada yang protes. Pelanggan setia kami masih bertahan. Isu tersebut hanya angin berlalu,” tandasnya.

Justru kini pihaknya hanya fokus untuk terus memperluas market di luar pulau Jawa. Mengingat total SPBU yang ada di Indonesia sendiri jumlahnya mencapai 5000, sedangkan kini gerai Green Nitrogen baru berjumlah 1500an.

“Kemuadian resolusi lain di 2018 adalah kami akan fokus perbaikan layanan supaya lebih memudahkan customer Green Nitrogen dimanapun dan kapanpun, “ tutupnya.