Di dalam pesan tersebut tertulis sebuah kesaksian yang mempermasalahkan adanya kompresor di tempat pelayanan isi angin nitrogen di salah satu SPBU. Karena menurut pengetahuannya, tabung nitrogen tak perlu lagi kompresor karena sudah memiliki tekanan 2000 PsiG.

Menanggapi hal tersebut, CEO Green Nitrogen Adang Wijaya langsung angkat suara. Kendati tak menyebutkan secara gamblang suatu merek bisnis, namun isu tersebut jelas berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap Green Nitrogen. Pasalnya, kompresor merupakan komponen yang selalu ada di setiap outlet Green Nitrogen.

“Sebetulnya itu adalah isu lama yang kembali disebar melalui pesan singkat. Isi pesannya benar-benar persis seperti yang ada di Facebook tahun 2015 lalu. Dan atas kesaksian dari seseorang yang sama. Dan kami sudah pernah mengklarifikasi hal tersebut di berbagai media,” terang Adang di kantor pusat Green Nitrogen, Ruko Mutiara Center, Jl. Ahmad Yani, Bekasi.

Dengan merebaknya kembali isu nitrogen palsu melalui aplikasi messenger ini, Adang mencurigai adanya oknum yang sudah menjadikan isu nitrogen palsu tak berdasar ini sebagai alat untuk menjatuhkan pihak tertentu.

“Ini sebagai bukti bahwa semakin ketatnya persaingan bisnis. Jelas isu ini sudah digunakan sebagai alat bagi para oknum yang ingin menjatuhkan layanan isi angin nitrogen yang menggunakan kompresor. Dan salah satu targetnya adalah kami (Green Nitrogen),” tukas Adang.

Lebih lanjut, Adang sendiri mempertanyakan kredibilitas dari pembuat kesaksian tentang nitrogen palsu yang pernah merembak di Facebook tersebut. “Memangnya dia itu siapa? Ahli otomotif atau ahli gas pun bukan. Tapi kenapa banyak orang yang mudah percaya begitu saja. Padahal yang ahli di bidang yang bersangkutan pun tidak pernah mengeluarkan statement seperti itu,” tuturnya.

Menapak tilas pada sebuah postingan di Facebook 2015 silam. Pada postingan tersebut si pemilik akun mengaku heran karena tak melihat adanya tabung nitrogen saat akan mengisi bannya dengan nitrogen di salah satu outlet yang ada di SPBU.Apalagiia menuliskan justru mesin kompresor yang menyala saat proses pengisian angin nitrogen ke ban terjadi. Parahnya, pada postingannya tersebut ia memampang foto lama outlet Green Nitrogen.

Dan sayangnya, postingan dari seseorang yang notabenenya bukanlah ahli otomotif atau ahli di bidang tertentu langsung dipercaya oleh paraNetizen begitu saja. Padahal dari sekian banyak pengisi angin nitrogen di outlet nitrogen yang ada di SPBU, hanya ia seorang yang menganggap bahwa nitrogen yang dihasilkan mesin nitrogen (N2) generator itu palsu.

“Pada intinya, apa yang dituduhkan itu tidaklah benar. Karena mesin nitrogen yang digunakan oleh Green Nitrogen bukanlah yang menggunakan tabung, melainkan mesin nitrogen (N2) generator yang dapat menyaring nitrogen langsung dari udara. Ini adalah mesin nitrogen portableyang modern. Karena itu dibutuhkan kompresor berkekuatan minimal 3 PK sebagai penyuplai udara ke mesin nitrogen,” terang Adang.

Adang pun menuturkan bahwa mesin nitrogen yang menggunakan tabung merupakan teknologi yang sudah usang. Apalagi nitrogen tabung tak bisa melakukan vakum saat pengisian nitrogen untuk ban.

“Mesin nitrogen generator ini bisa melakukan vakum sehingga memastikan ban benar-benar kosong dari udara sebelum kemudian diisi nitrogen. Dengan begitu kemurnian nitrogen yang dihasilkan mesin akan benar-benar terjaga sampai di ban. Lain halnya dengan nitrogen tabung yang tidak bisa melakukan vakum. Ban harus dikempesin manual. Hal itu tidak dapat memastikan ban benar-benar kosong dari udara. Jadi semurni apa pun nitrogennya, begitu masuk di ban jadi tidak murni karena tercampur dengan gas lain. Jadi percuma dong isi nitrogen,” tutup Adang.

***

Berikut daftar media online yang pernah memuat klarifikasi Green Nitrogen terhadap isu nitrogen palsu:

-   http://www.otosia.com/berita/eksklusif-klarifikasi-green-nitrogen-soal-penipuan-pengisian-ban-mobil.html (Eksklusif! Klarifikasi Green Nitrogen Soal ‘Penipuan’ Pengisian Ban Mobil)

-        http://otomotif.news.viva.co.id/news/read/720424-mesin-pengisian-nitrogen-tetap-butuh-kompresor (Mesin Pengisian Nitrogen Tetap Butuh Kompresor)

-        https://www.merdeka.com/peristiwa/pt-global-insight-utama-green-nitrogen-bantah-isu-berbuat-curang.html (PT Global Insight Utama – Green Nitrogen Bantah Isu Berbuat Curang)

-    http://www.franchiseglobal.com/green-nitrogen-bantah-tudingan-pemalsuan-isi-ulang-nitrogen-di-spbu-pertamina.phtml (Green Nitrogen Bantah Tudingan Pemalsuan Isi Ulang Nitrogen di SPBU Pertamina)

Silakan klik Green Nitrogen Jika ingin mengetahui investasi, BEP dan informasi lainnya.