Melihat pasar yang sangat besar, bisnis klinik kecantikan dianggap sangat prospektif. Tak heran kalau banyak pengusaha yang tertarik untuk mencoba peruntungan di bisnis ini. Salah satunya adalah Ghanisa Aesthetic  Center, klinik kecantikan asal Pelaihari, Kalimantan Selatan.

Misi utama dari Ghanisa adalah menyediakan seluruh produk dan jasa yang ada pada klinik kecantikan pada umumnya, namun terjangkau bagi masyarakat umum. Tak disangka, dengan konsen pada kualitas dan misinya, Ghanisa bermetamorphosis menjadi brand lokal yang prospek di tahun 2019 dengan menawarkan profit hingga mencapai 55 persen.

Didirikan tahun 2014 oleh pasangan suami istri Deddy Purnomo dan Hj. Riffatul Minnah, Ghanisa saat ini tengah menyedot perhatian publik dengan ekspansi yang cukup cepat sepanjang satu tahun terakhir ini. Kini, brand kecantikan ini telah memiliki 6 cabang tersebar di Malang, Banjarmasin, Riau dan Padang.Rencananya, akhir Februari nanti, Ghanisa akan kembali membuka cabang baru di Sumatera Barat, tepatnya di Kabupaten Pasaman.

Menurut Deddy, ekspansifnya pertumbuhan gerai dikarenakan konsep yang ditawarkannya diterima oleh market. Ghanisa  Aesthetic, ujarnya, adalah terobosan di bidang kecantikan yang menggabungkan konsep usaha Beauty Center berskala kecil-menengah guna menjangkau segmen masyarakat umum.

“Dengan adanya Ghanisa Aesthetic Center, maka tersedia alternatif perawatan kecantikan yang terjangkau namun tetap sesuai standar layanan Aesthetic, sekaligus memunculkan brand image  kecantikan berkualitas,” ungkap Deddy seperti dikutip dari Annual Brand Catalogue 2019 yang dirilis oleh INFOBRAND.ID.

Lebih lanjut Deddy menambahkan, peluang dari brand Ghanisa Aesthetic Center cukup besar karena era sekarang ini para wanita semakin sadar akan kecantikan serta merawat diri. Sehingga bisnis di bidang jada klinik kecantikan telah menjadi kebutuhan para wanita. Menurutnya, Ghanisa merupakan sebuah solusi bisnis kecantikan saat ini.

Nama Ghanisa Aesthetic Center kian melejit manakala meraih sejumlah penghargaan bergengsi. Sebut saja seperti Citra Profesi Award 2018, The Most Promising Brand 2018, Anugerah Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Pelanggan Terbaik 2018 dan Anugerah Kemitraan Terpercaya 2018.

Investasi Mulai dari Rp150 jutaRp350 juta

Bagi yang tertarik, Ghanisa Aesthetic Center menawarkan tiga paket kemitraan. Pertama senilai Rp150 juta (non interior), kedua senilai Rp300 juta sudah termasuk interior eksterior dan ketiga senilai Rp350 juta dengan termasuk interior yang premium dan lebih elegant.

"Keuntungan membeli investasi Ghanisa yang utama ialah produknya sudah terbukti bagus dan aman dan telah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dna memiliki izin edar. Variasi produk kami juga lengkap, mendapatkan Training langsung, mendapatkan area ekslusif, mendapatkan pendampingan dan dibantu pengembangan bisnisnya," terang Deddy.

Adapun konsep bisnis yang dijalankan oleh Ghanisa bisa aktif dan pasif. Menurut Deddy, untuk aktif kantor pusat tidak menetapkan royalti fee melainkan hanya licence fee sebesar Rp30 juta untuk 3 tahun dan untuk pasif dengan sistem sharing profit 55 persen untuk mitra dan 45 persen management pusat dari profit di luar licence fee.

Perkiraan omset yang bisa didapat mitra, menurut Deddy bisa mencapai Rp90 jutaan setiap bulannya. Sedangkan untuk perkiraan balik modalnya sekitar 2 tahun.

Selain memberikan peluang usaha untuk menjadi mitra, Ghanisa juga memberikan peluang usaha lainnya yakni sebagai Reseller dan agen produk Ghanisa. “Di luar produk yang lain, saat ini kami menyediakan peluang untuk bisa menjadi agen dan reseller. Kami sedang urus izin BPOM nya untuk brightening day dan night cream insya Allah selesai Desember 2018 ini. Target reseller produk Ghanisa Skincare tahun ini, 1000 reseller,” tuturnya.

Di tahun 2019, Ghanisa Aesthetic menargetkan 2 sampai 3 gerai setiap tahun. "Kami tidak ingin terlalu muluk Insha Allah minimal 2 sampai 3 gerai setiap tahunnya dan jaringan reseller produk Ghanisa mencapai 1000 reseller," jelasnya.

Gelar Layanan Hapus Tato Gratis

Ghanisa Aesthetic bekerjasama dengan Polres Tanah Laut, Kalimantan Selatan mengadakan layanan hapus tato gratis. Program ini pun disambut baik oleh mereka (masyarakat bertato) yang ingin hijrah ke jalan yang lebih baik.

Menurut Deddy, layanan hapus tato gratis ini sudah ia gagas sejak 2018 lalu. Dimana setiap sebulan sekali, ada sekitar 20 orang yang telah berhasil dihapus tatonya.

“Untuk jadwalnya kita tentukan di hari Kamis dan Jumat di awal bulan dan di akhir bulan. Jadi sebulan kita adakan layanan ini 4 kali dengan per harinya 5 orang. Sehingga totalnya 20 orang dalam sebulan,” kata Deddy.

Adapun syarat untuk bisa ikut dalam layanan tato gratis ini, peserta harus menghafal surat ar-rahman (bagi yang muslim) untuk setiap kali pertemuan atau minimal bisa membaca ayat suci Al-Quran (mengaji). Sementara kalau yang non-muslim dibebaskan dari syarat tersebut.

Deddy berharap, layanan hapus tato gratis yang dilakukan oleh Ghanisa Aesthetic dan Polres Tanah Laut bisa bermanfaat bagi masyarakat yang ingin hijrah ke jalan yang lebih baik lagi. Selain itu, dia juga berharap program yang baru berjalan di Ghanisa pusat ini bisa juga dilakukan di semua cabangnya.

“Kami sangat berterimakasih sekali kepada pimpinan Polres Tanah Laut yang telah men-support penuh kegiatan penghapusan tato gratis ini, terutama kepada Kapolres Tanah Laut Akbp Sentot Adi Dharmawan Sik Mh, Wakapolres Tanah Laut Kompol Ade Nur Ramdhani S.ik, Kabag ops Kompol Fauzan Arianto Sik, Kabag Ren Polres Tanah Laut Kompol Syaiful Bahri, Kasat Binmas Polres Tanah Laut Akp Pitoyo dan seluruh Unsur Pimpinan, anggota Polres Tanah Laut khususnya Sat Binmas dan relawan pasukan penghapus tato. Harapanya semoga kegiatan sosial ini bisa masiv seluruh Indonesia serta bermanfaat bagi masyarakat dan menjadi ladang amal bagi kita semua yang ikut andil,” pungkasnya. [ded]