Hal ini disampaikan oleh Owner Pempek Farina, Billy Firmansyah saat dihubungi wartawan Franchiseglobal.com beberapa waktu lalu melalui sambungan telepon. Menurut dia, semua karyawan Pempek Farina, mulai dari level bawah sampai level atas akan dilakukan training secara menyeluruh.

“Ini merupakan salah satu jawaban atas misi kita tentang sumber daya manusia yang kompeten. Nah kita mewujudkannya dalam bentuk Farina Academy ini,” ujarnya.

Menurut Billy, pelatihan dengan kurikulum ini digelar antara 2 sampai 3 hari setiap minggunya. Untuk trainernya sendiri masih mengoptimalkan trainer dari internal perusahaan dan action coach baracoaching.

"Namun kedepannya kita juga akan menggandeng trainer atau konsultan dari luar perusahaan," katanya.

Di Farina Academy, kata Billy, karyawannya harus mengikuti pelatihan berjenjang. Misalnya kalau ada kenaikan posisi dan kenaikan salary, maka akan ada ujiannya melalui Farina Academy ini, mereka juga akan mendapatkan sertifikat.

Selain itu, Farina Academy juga akan menggandeng sekolah-sekolah kejuruan yang dimana tujuannya adalah untuk membantu sekolah-sekolah dalam mempersiapkan agar ketika lulus nanti sudah siap kereja.

Saat ini Farina Academy baru ada di Surabaya. Tapi tak menutup kemungkinan nantinya juga akan dibuka di Jakarta.

Sekedar informasi, untuk Pempek Farina sendiri, Billy masih terus menawarkan peluang bisnis untuk calon mitra yang ingin bergabung. Ada 2 model bisnis yang ditawarkan, yaitu foodcourt atau island Rp150 juta dan model ruko atau stand alone Rp315 juta.

Selain itu juga ada merek 3 in 1 (petisan, pempek, dan rawon) dengan nilai investasi di angka Rp600 juta. Perkiraan omsetnya sekitar Rp210 juta sampai Rp300 juta per bulan atau kurang lebih sehari bisa sampai sekitar Rp7 juta sampai Rp10 jutaan. Sementara lama BEP-nya sendiri sekitar 15 bulan sampai 20 bulanan.

Silakan klik Pempek Farina untuk mengetahui nilai investasi, BEP dan informasi lainnya. [ded]