“Dalam waktu dekat kami akan mencoba beriklan di sosmed khususnya di Instagram dan Facebook,” ujarnya disela-sela acara Seminar  Strategi Digital Marketing di Era Digital yang diselenggarakan oleh Indonesia Brand Network (IBN).

Menurut Andi, selama ini SAP Express menitikberatkan ekspansi bisnis di ranah maya dengan mengandalkan website resmi perusahaan. Untuk itu, dirinya sengaja menyempatkan hadir pada  seminar  IBN  guna  menambah  wawasan  dalam mensiasati  persaingan bisnis di Industri 4.0.

“Kami tertarik berinvestasi di sosial media karena kami melihat efektivitasnya dirasa cukup baik. Yang jelas kami masih terus menggali potensi apa yang bisa dikembangkan untuk mem-push penjualan,” tuturnya.

Namun, Andi enggan menyebut kapan eksekusi tersebut akan dilaksanakan, yang jelas, SAP Express fokus untuk menggarap potensi digital marketing di Instagram dan Facebook dalam waktu dekat.

“Secepatnya, karena saya juga sudah dapat approval  langsung dari pak dirut” imbuhnya.

Sebagai informasi, SAP Express mulai beroperasi pada 1994 dibawah naungan PT Satria Antaran Prima. Perusahaan ini merupakan pionir dalam pengiriman barang berbasis aplikasi Android dan web. Kemudian pada 2017, SAP Express mulai melayani pelanggan dari sektor farmasi dan consumer goods. Pada saat yang sama perusahaan ini kemudian mengembangkan sistem pengiriman cash on delivery (COD) yang direspon pasar cukup positif.

Terakhir, SAP Express resmi melantai di Bursa Efek Indonesia pada awal September 2018 dengan kode emiten SAPX dan melepas sebanyak 600 juta saham atau 60% dari modal ditempatkan setelah initial public offering (IPO). Total, dana yang berhasil dihimpun dari market tak kurang dari kisaran Rp150 miliar. SAP Sendiri kini memiliki 79 cabang utama yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Bagi calon investor dapat menjadikan SAP sebagai bisnis yang menguntungkan. Alasannya saat ini membuat bisnis sendiri itu cukup sulit, tetapi paling tidak ikutilah franchise bisnis yang sudah besar dan usahanya selalu dibutuhkan manusia, salah satunya bisnis jasa logistik. SAP juga memberikan keuntungan 25% bagi investor, tutupnya. [hfz]