Warung Sangrai menandai hari jadinya yang keenam pada tahun 2017 ini. Bisnis yang mengusung menu olahan burung puyuh sebagai produk andalannya ini, tidak hanya mampu bertahan di sengitnya bisnis kuliner yang didominasi oleh produk olahan ayam dan bebek, tapi juga terus bergeliat jaringan bisnisnya ke berbagai daerah.

Diakui oleh General Manager Sangrai Pelopor Puyuh, Asep Ishak Wiranta, meski pertumbuhan bisnis besutannya tidak terlalu signifikan, namun secara konsisten Sangrai mampu menambah outlet terbarunya setahap demi setahap. Alhasil menginjak tahun keenam Sangrai berkiprah di industry kuliner tradisional Indonesia, tercatat sudah lebih dari 17 outlet yang telah berdiri di seluruh Indonesia.

Tentu hari jadi Warung Sangrai yang keenam ini menjadi terasa istimewa dan menjadi milestone atas pencapaian yang telah diraih oleh resto pelopor burung puyuh tersebut. “Kami bisa berkembang karena persaingan resto daging puyuh tidak banyak. Kalau bicara puyuh orang masih mengidientikan dengan telur, makanya kami ingin mengedukasi masyarakat bahwa daging puyuh memiliki kandungan yang lebih bergizi dan sehat karena rendah kolesterol dibanding produk unggas lainnya,” terang Ishak kepada FranchiseGlobal.com.

Lebih lanjut, ia menambahkan burung puyuh tidak hanya mengandung lebih banyak vitamin, protein dan zat penting lainnya, tapi disamping itu juga daging puyuh rasanya lebih enak, gurih, renyah dan dagingnya lebih halus. “Untuk menu puyuhnya sendiri kita menyediakan lebih dari 10 varian rasa. Ditambah lagi kami juga tetap menyediakan menu ayam sebagai pilihan lain konsumen dan juga menu pelengkap seperti menu sayur dan beberapa hidangan pelengkap lainnya. Lalu ada juga menu minuman dari berbagai pilihan yang disediakan,” tambahnya.

Sehingga dari sisi produk, Warung Sangrai memiliki banyak keunggulan yang banyak dipilih oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang jenuh dengan produk kuliner yang itu-itu saja. Tak salah jika setelah melewati fase-fase kritis mengenalkan produk burung puyuh kepada khalayak ramai, tahun 2016 menjadi masa keemasan Warung Sangrai dengan menorehkan pembukaan total enam outlet baru dalam satu tahun berjalan.

Masih ada beberapa daerah lagi yang masih kami bidik untuk memperluas jaringan Warung Sangrai. Namun dalam waktu dekat kami masih fokus untuk pembukaan di wilayah Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah dan kota-kota lain di sekitarnya,” ujarnya.

Bagi anda para pemilik modal yang ingin merasakan laris manisnya berbisnis dengan SANGRAI PELOPOR PUYUH ada baiknya langsung mencobanya. Nilai investasinya terbagi menjadi dua yakni konsep resto dan food court. untuk konsep resto investasinya sebesar 400-600 juta. Sementara untuk yang food court seperti di Cibubur ini investasi nilainya berkisar 200 hingga 350 juta rupiah.