Franchiseglobal.com – Minum kopi kian menjadi style masyarakat Indonesia, alhasil pertumbuhan bisnis kedai kopi kian melejit. Terbukti ketika di pameran IFRA 2019 lalu, banyak franchise kedai kopi yang ditawarkan, salahsatunya brand Coffee Toffee. Di tahun ke 7 mengikuti pameran IFRA, Coffee Toffee melihat perkembangan yang besar dari tahun- ke tahun.

“Kita menawarkan promosi dengan potongan license fee senilai Rp100 juta lebih, voucher bahan baku senilai Rp95 juta dan promosi lainnya yang akan diberikan kepada mitra khusus di pameran ini," kata Yunan Yunanto selaku Expansion Manager at PT. Coffee Toffee Indonesia kepada Franchiseglobal.com di pameran IFRA 2019. 

Coffee Toffee dibangun pada awalnya bermula dengan konsep booth, kemudian di tahun 2010 berganti konsep menjadi café. Sejak 2010- 2019 ini setidaknya Coffee Toffee sudah memiliki 34 gerai, yang terbaru opening di Samarinda. Adapun dalam waktu dekat ini akan hadir di Margonda, Depok.

“Untuk di Depok hadir dengan konsep baru yang mana akan penuh menu baru. Coffee Toffee mentarget selama pameran IFRA 2019 dapat menggaet 10 mitra baru, yang bisa kita mulai bekerjasama untuk mengembangkan kopi tradisional Indonesia dengan cara membuka kedai kopi,” tuturnya.

Strategi Coffee Toffee sendiri untuk memancing pengunjung adalah gencar promosi melaui sosial media, menerjunkan 12 personel dan di lokasi pameran dari segi tampilan booth Coffee Toffee terlihat fresh sesuai café pada saat opening nantinya.

“Kita ini menunjukkan operasional ketika nanti di gerai, yang mana dengan konsep easy, simple and fun dalam mengembangkan café,” ujarnya.

Baca Juga: https://www.franchiseglobal.com/coffee-toffee-tempat-kongko-asyik-kalangan-komunitas.phtml

Yunan Yunanto menegaskan visi misi Coffee Toffee adalah ingin mengembangkan kopi tradisional Indonesia dengan mengajak orang- orang bermitra dengan Coffee Toffee. Harapannya agar brand lokal menjadi brand yang kuat dan menjadi tuan rumah di negaranya sendiri.

Bagi investor yang berminat untuk berbisnis Coffee Toffee yang menjanjikan ini, sebagai informaso untuk gerai premium dengan model coffee shop yang cukup luas, memiliki nilai investasi Rp2,5 miliar.  Selain itu ada juga gerai dengan skala lebih kecil tipe coffee shop dengan nilai investasi antara Rp1,5 miliar diluar tempat, dengan luasan min. 150m2 (tidak termasuk parkir). [hfz]