Franchiseglobal.com – Bisnis budidaya ikan lele masih terbuka lebar, melihat demaind yang tinggi namun di satu sisi suplainya masih sangat minim. Sehingga dengan harga yang terjangkau bisnis budidaya ikan lele ini dapat memberikan keuntungan yang besar. Salah satu CV pembudidaya yang sukses dan telah berdiri selama 5 tahun ialah CV Sumber Ternak.

Alex Kurniawan selaku Business Development CV Sumber Ternak mengatakan bisnis budidaya ikan lelenya berpusat di Pare- Pare, Sulawesi Utara yang telah berdiri sejak tahun 2014. Dengan membuat kolam bulat di atas tanah berdiameter 3 meter kemudian diisikan bibit ikan lele dan diberi pakan selama 5 bulan hingga ikan lele tersebut menjadi besar.

“Setelah besar, ikan siap dijual kepada pengepul. Bagusnya budidaya lele ini tidak ada masalah sama sekali. Selain itu permintaannya masih besar sekali dibanding suplainya yang minim,” katanya kepada Franchiseglobal.com saat berjumpa di Plaza Indonesia.

Tambak ikan lele Alex menjadi budidaya paling besar untuk wilayah Sulawesi, sehingga mendapatkan harga yang tinggi dari pengepul sekitar Rp17 ribu per kg (kisaran 3 ekor lele). Nanti dari pengepul dijual kembali di Toraja sekitar 15 ribu per ekor. Tetapi kalau di wilayah Jawa per kg nya hanya Rp15 ribu.

“Pengepul memiliki margin yang besar, namun kami sebagai pembudidaya juga bisa mengangkat harga karena demaindnya masih sangat besar sekali,” katanya.

Alex menjelaskan tertarik untuk membudidaya ikan Lele karena lele itu relative lebih mudah daripada budidaya ikan lain atau udang. Dalam budidaya lele tentunya dilihat tingkat mortalitasnya atau potensi kematian sangatlah rendah sekali, ketimbang udang yang sensitive dan resikonya tinggi.

“Lele juga menjadi ikan air tawar yang memiliki protein tinggi, sehingga permintaannya cukup besar dan harganya terjangkau. Dari segi bisnis resikonya rendah tetapi untungnya besar,” ujarnya.

Berjalan selama 5 tahun CV Sumber Ternak masih membuka peluang kepada investor untuk bergabung dalam bisnis budidaya ikan lele ini. Adapun konsep peluang bisnis yang ditawarkan adalah calon investor dapat memberikan investasinya kepada CV Sumber Ternak dan nilai investasi itu akan dikelola penuh oleh CV Sumber Ternak.

“Kita sistemnya buka investment dengan nilai Rp60 juta- an lalu dari uang yang diinvestasikan oleh investor sepenuhnya nanti kita yang memanajemen. Mulai dari mencari lahan, bikin kolam, pembibitan, manajemen, penjualan dan pembeli. Jadi auto pilot, sehingga sepenuhnya masuk income di mana bagi hasilnya 60% investor dan 40% ke kami,” tuturnya.

Bagi investor yang penting dapat mempertimbangkan bisnis budidaya ikan lele CV Sumber Ternak kami. Karena sistemnya auto pilot, sehingga kita mencoba untuk transparan dalam manajamennya agar investor dapat merasa aman dan percaya kepada kami.

Hingga saat ini CV Sumber Ternak sudah memiliki 100 kolam ikan lele. Adapun target di tahun 2019 semoga dapat bertambah sebanyak 250 kolam. Di bulan Mei setidaknya sudah ada penambahan 30 kolam dari investor internal CV Sumber Teknik dan penambahan 25 kolam dari investor luar.

“Dalam pengelolaannya CV Sumber Ternak telah memperkejakan 15- 20 orang di lokasi tambak budidaya dengan penjagaan 24 jam,” tukasnya. [hfz]