Franchiseglobal.com – Aktivitas yang padat jangan sampai melupakan kesehatan pada tubuh kita, sehingga kebutuhan untuk relaksasi dan perawatan tubuh sangat diperlukan. Dengan perawatan tentunya akan menghasilkan tubuh yang sehat dan wajah yang cerah. Salah satu klinik kecantikan yang dapat menjadi acuan para wanita adalah DNI Skin Centre.

Founder DNI Skin Centre, Dr. dr. I Gusti Nyoman Darmaputra, Sp.K.K mengatakan saat ini DNI melakukan rebranding dengan melakukan update produk yang keseluruhannya telah mendapatkan sertifikat halal. Selain itu, DNI kini juga sedang mengedepankan unsur alam. Alhasil DNI memiliki arti kepanjangan dari Dermatology Nature Inspired yakni spesialis kulit yang diinspirasi oleh alam. Bukan sekadar dari bahan dedaunan melainkan lebih kepada stem cell tumbuhan yang dimasukkan pada semua produk DNI nantinya.

“Dalam waktu dekat kita akan melakukan rebranding kesuluruhan dari brand, logo, produk dan konsep layanan. Dalam konsep bisnisnya pun demikian, bukan lagi franchise melainkan lebih kepada partnership. Targetnya akan kita launching keseluruhan rebranding ini pada 14 Februari 2020 bertepatan dengan hari ulang tahun DNI ke-9 dan hari Valentine,” katanya kepada Franchiseglobal.com melalui sambungan telephone, Rabu, (9/11/2019).

Sejak di buka peluang kerjasama pada tahun 2016, kini DNI telah memiliki 24 cabang yang tersebar di beberapa kota dan akan menyusul grand opening DNI cabang Surabaya. Harapannya di tahun 2020 melalui rebranding yang dilakukan dapat meningkatkan ekspansi DNI hingga mencapai 30 klinik. Sehingga jangkauannya tidak hanya di pulau Bali dan Jawa melainkan menjangkau ke wilayah Kalimantan dan Sumatera.

“Target kita DNI bisa menjangkau seluruh Indonesia, tidak hanya di kota- kota besar melainkan juga masuk ke wilayah kabupaten- kabupaten. Melihat peluang di bisnis klinik kecantikan masih cukup bagus, walaupun kompetitor semakin banyak tapi kita yakin DNI dapat bersaing karena memiliki diferensiasi sendiri bukan semata pemain baru yang ikut- ikutan. Terbukti beberapa prestasi telah kita raih diantaranya; The Best Beauty Clinic in Bali 2014, Rising Business Award 2019 dan lainnya,” tuturnya.

Dr. Darma mengungkapkan market di bidang ini kian semakin tumbuh sebab seiring bertambahnya pengetahuan masyarakat, justru membuat orang yang awalnya merawat kecantikan di salon dan membeli obat kecantikan di online, kini beralih kepada klinik- klinik kecantikan. Sehingga jangan merasa takut untuk kehabisan market, karena setiap orang kini makin peduli dengan kecantikannya jadi pelanggan- pelanggan baru akan semakin banyak.

Alasan prospek cerah bisnis DNI Skin Centre lainnya adalah tagline yang diusungnya “Beauty for Everyone”, tagline tersebut memiliki arti khusus yakni semua wanita bisa tampil cantik dengan klinik kecantikan besutannya itu.

Harga produk dan perawatan yang terjangkau rupanya menjadi daya tarik kenapa klinik ini banyak diminati kaum hawa. Bagaimana tidak, untuk harga satu paket produk saja bisa dijual sekitar Rp250 ribu sampai Rp350 ribuan. Sementara untuk perawatannya sendiri mulai Rp100 ribuan.

“Di DNI tidak hanya harganya terjangkau namun berkualitas, sebab jika kita hanya mencari murah saja secara sembarangan maka akan berbahaya dan mereka tidak sadar. Untuk itu kita berharap DNI dapat menjangkau seluruh lapisan, sehingga dapat mengedukasi masyarakat. Sebab masih banyak orang yang salah pengertian misalnya berpikir bahwa produk- produk kecantikan itu ketergantungan padahal produk ini adalah bagian dari pengobatan,” ujarnya.

Dr. Darma mencontohkan seperti masalah penuaan dini, hal ini adalah penyakit yang seharusnya tidak terjadi maka untuk penanganan itu butuh hal serius yang ditangai oleh dokter ahli. Seperti perawatan yang tersedia di DNI di antaranya, perawatan mengatasi jerawat dan flek sebab dua hal ini adalah problem utama seseorang yang sangat mengganggu sekali penampilan. Dua masalah ini juga tidak bisa dianggap remeh, sehingga membutuhkan penanganan yang benar agar tidak menyisakan bekas atau bahkan menjadi permanen.

“Di setiap klinik DNI tentu memiliki tenaga ahli dokter, mulai dari dokter aesthetic, dokter spesialis dan dokter umum,” ungkapnya.

Untuk peluang bisnisnya, DNI tidak mengharuskan mitra memiliki keahlian di bidang kecantikan sebab DNI akan menyiapkan segala halnya dari mulai system, managemen, operasional, marketing, dan training dokter sesuai standar DNI. Bahkan saat ini sedang dikembangkan semacam akademi untuk dokter- dokter DNI, dengan bertambahnya cabang nanti maka akan dipersiapkan tenaga medis, perawat, termasuk bidan, therapis dan tenaga ahli pendukung lainnya. Sehingga mitra tidak perlu khawatir terkait kebutuhan SDM.

Nilai investasi yang dibutuhkan untuk dapat membuka satu outlet minimal Rp550 juta. Itu sudah termasuk perijinan, training, produk, bahan perawatan, dana cadangan untuk 2 bulan operasional dan alat-alat medis standar klinik kecantikan. Namun biaya itu di luar sewa tempat dan renovasi. Dengan nilai itu cukup dapat dinilai tidak terlalu mahal tapi bisnis ini aman untuk jangka panjang dan tidak repot dalam menjalankannya.

“Konsepnya partnership. Jadi nanti kita buatkan perusahaan baru seperti joint venture gitu. Tergantung seberapa besar saham mereka, boleh dominan lebih besar atau bisa juga join dengan beberapa orang. Yang penting nanti pembagian hasilnya jelas. Potensi kunjungan di setiap outlet DNI mencapai 30- 100 orang perhari, untuk omset jadi tergantung dari kuantiti kunjungan dan kisaran BEP 2- 3 tahun saja tanpa ada franchise fee atau royalty fee,” ujarnya.

Dalam mempertahankan marketnya, DNI aktif di dunia digital dan offline. Beberapa strategi diterapkan, salah satunya dengan menerapkan program member dengan berbagai keunggulan. Hal ini diupayakan dapat menjaga dan menambah konsumen- konsumen DNI. Di sosial media berbagai tips perawatan dari Dr. Darma juga aktif diberikan kepada followernya. [hfz]