Keunikan lainnya, What’s Up Café menghadirkan aneka mural warna-warni yang menghiasi dinding-dinding kafe, membuat kafe yang dimiliki mitra What’s Up Café Belitung, Donny Saputra Lamsyah ini bisa menjadi tempat nongkrong yang bersahabat bagi anak muda atau kaum milenial. Apalagi variasi menu di kafe ini pun dibanderol harga terjangkau yang berkisar antara Rp 20.000-Rp 30.000 per porsinya.

What’s Up Café baru saja melakukan grand opening outlet baru di Belitung. Lokasinya strategis yang juga tepat di bundaran utama Batu Satam. Titik nol belitung. Jadi langsung keliatan dari balkon kita,” kata Ayu Zulia Shafira, Owner What’s Up Café pusat kepada Franchiseglobal.com melalui pesan whatsapp, Selasa, (7/5/2019).

Senada Donny Saputra pemilik What’s Up Café Belitung mengatakan dirinya memilih lokasi strategis yang dekat juga dengan hotel, jadi siapapun bisa nongkrong di sini, mulai dari masyarakat lokal, anak muda, bahkan turis.

Selain menu-menu yang ada di What’s Up Cafe lainnya di Indonesia, Donny juga berencana mengembangkan menu lain yang khas dari Negeri Laskar Pelangi. Baginya, budaya lokal harus tetap diangkat terutama melalui dunia kuliner. Ia berharap, kafe yang dimilikinya juga mampu berperan dalam mendukung pariwisata Belitung.

Kafe yang terdiri dari dua lantai ini pun telah melakukan grand opening, yang dibuka langsung Wakil Bupati Belitung, Isyak Meirobie pada Kamis, (2/5/2019). Bersama Donny dan pemilik brand What’s Up Cafe yakni Valentino Ivan dan Ayu Zulia Shafira. Peresmian ditandai dengan pelepasan balon oleh Wakil Bupati disaksikan tamu-tamu yang datang.

“What’s Up Belitung ini salah satu usaha kreatif, dimana owner berani bertransformasi. Kalau banyak orang nyaman dengan usaha lamanya, enggan membuka usaha baru. Tapi bisa dilihat bagaimana seorang ayah mempercayai anaknya untuk diberikan ruang berkreasi dan bisa bersinergi dengan What’s Up nasional akhirnya jadilah What’s Up Belitung,” katanya Isyak Meirobie.

Bahkan Isyak pun menyarankan agar ada masakan lokal misalnya mie goreng bebulus krispi yang bisa menjadi terobosan inovatif. Dengan demikian ada modernisasi dan kearifan lokal yang digabungkan sehingga pangsa pasar luas, mulai dari masyarakat lokal, wisatawan nusantara, bahkan wisatawan mancanegara. Pria berkacamata itu bahkan memuji makanan di What’s Up Cafe, karena selain rasanya yang nikmat, harganya pun bersahabat.

Sementara itu pemilik brand What’s Up Cafe, Valentino Ivan mengatakan, kafe ini memang memiliki konsep yang pas dengan anak muda. Misalnya desain interior yang instagramable, juga dihadirkan live music akustik dan makanan yang murah meriah.

“Jadi bisa menikmati berbagai fasilitas, jadi bisa eksis,” jelas Valentino.

Selain itu, Whats Up Cafe juga menghadirkan promo grand opening, dimana pengunjung bisa membayar makanan dengan foto selfie yang diunggah ke media sosial dan mengikuti akun What’s Up Cafe.

Melalui promo tersebut, Ayu Zulia Shafira, pemilik brand What’s Up pun berharap kafe tersebut dapat menjadi wadah bagi komunitas anak muda Belitung.

“Dari situ kami tahu harus punya gimmick yang anak zaman now, milenial, mereka suka selfie, tempatnya pun juga pas buat selfie ada mural, dan kami juga mengangkat misalnya kalau di depan mural daun simpor khas Belitung, jadi pengennya jadi tempat destinasi wisata biar Belitung namanya semakin diangkat,” tuturnya. [hfz]