Waralaba cendol yang ditawarkan oleh D’Cendol memang bukanlah produk baru di Indonesia. Pasalnya, cendol merupakan kuliner warisan nusantara yang hingga saat ini tetap menjadi pilihan favorit masyarakat indonesia. Ini artinya, kualitas dan inovasi yang ditawarkan para pebisnis cendol akan menjadi pembeda dan senjata ampuh dalam meraih hati konsumennya.

Namun, terlepas dari apapun nama yang biasa digunakan untuk menyebut minuman yang biasanya disajikan secara dingin ini, cendol yang beraroma daun pandan ini memiliki tekstur lembut sehingga sangat digemari berbagai kalangan.

Tak salah jika waralaba D’Cendol menjajal peruntungannya dengan merambah kota Makassar, Sulawesi Selatan. Untuk mengakomodir para penikmat jajanan es cendol kekinian, bisnis yang bernaung di jaringan D’Penyetz Group ini, membuka armada teranyar mereka pada Selasa 7 Maret 2017.

Di Kota Daeng ini, gerai D'Cendol dapat ditemukan di dua lokasi, Jalan Hertasning dan Jalan Penghibur, tepatnya di depan Anjungan Pantai Losari. Yang menjadi destinasi wisata favorit di Makassar. Khusus di jalan penghibur, gerai D'Cendol bersanding dengan resto D'Penyetz dalam satu atap.

“Semua bahan- bahan yang kami gunakan adalah alami, mulai dari warna hijau cendol sendiri diolah dari daun suji dan pandan. Kami proses tanpa menggunakan pengawet ataupun pewarna. Begitu juga dengan gula aren, sama sekali tidak menggunakan campuran gula putih yang seperti kita tahu kurang baik untuk kesehatan. Alhasil, cendol kami aman untuk dikonsumsi oleh siapapun tanpa harus kuatir akan bahan kimia ataupun kadar gula yang tidak baik,” ujar Henry Halim, pemilik D'Cendol dalam suatu kesempatan.

Sementara, untuk santan pihaknya memilih sengaja memilih kelapa yang agak tua karena kadar santannya lebih pekat. Adapun gula merah yang dipakai terbuat dari gula aren. Walaupun masih sama menggunakan cendol sebagai bahan utamanya, namun pelanggan bisa memilih jenis topping dengan pilihan tradisional atau specialty. Kemudian untuk kuahnya juga mereka bisa memilih menggunakan santan atau pun freshmilk.

Pilihan toppingnya pun beragam yang terdiri dari cincau, tape, ketan hitam dan nangka untuk rasa tradisional. Lalu untuk specialty taste terdapat topping aloe vera, nata de coco, rainbow jelly, coffee jelly, oreo, dan manggo puding. Tak ketinggalan untuk pilihan premium ada alpukat, kacang merah dan durian.

Adapun harga seporsi es cendol berkisar Rp 15 ribu hingga Rp 17 ribu per porsi. “Harga yang kami tawarkan cukup kompetitif, apalagi konsumen dapat memesan sesuai seleranya,” tutup Henry.

Bila anda berminat, waralaba D’Cendol membanderol investasi mereka mulai darin Rp100 juga sampai Rp120 juta, tergantung lokasi dan paket yang dipilih. Biaya tersebut sudah termasuk dengan peraltan, stok awal bahan baku, pelatihan, dan sistem point of sales, namun diluar sewa tempat. (adv)

Klik Waralaba D'Cendol untuk info franchise, kemitraan, investasi, ROI dan informasi lainnya.