Waralaba Air Minum Isi Ulang memang belum banyak yang beredar. Kalau pun ada, umumnya mereka menawarkan konsep yang tidak jauh berbeda dengan bisnis air minum isi ulang konvensional yang ditawarkan di pinggir-pinggir jalan. Padahal, satu hal wajib yang harus dimiliki bisnis franchise adalah diferensiasi.

Oleh karenanya, Depo Air Minum Biru hadir dengan berbagai keunggulan dan diferensiasi yang sangat kasat mata. Sebut saja satu di antaranya adalah kualitas airnya. Kebanyakan pengusaha air minum isi ulang menggunakan teknologi penyinaran ultra violet dalam prosesnya, yang berbeda dengan Depo Air Minum Biru. Yantje Wongso, owner Depo Air Minum Biru, menuturkan bahwa mereknya menggunakan Teknologi Ozon 100%. Lalu, proses seperti apakah itu?

Ozon adalah molekul gas yang terdiri dari 3 atom oksigen dan mempunyai rumus kimia O3. Molekul ozon bersifat tidak stabil dan akan selalu berusaha mencari “sasaran” untuk melepaskan satu atom oksigen dengan cara oksidasi, sehingga dapat berubah menjadi molekul oksigen yang stabil (O2). Karena sifat oksidatornya yang sangat kuat, maka ozon sangat unggul untuk desinfeksi (membunuh kuman), detoksifikasi (menetralkan racun) dan deodorasi (menghilangkan bau tidak sedap) dalam air dan udara.

Dalam hal desinfeksi/sterilisasi air minum, tekhnologi ozon paling unggul dan sangat efektif. Ozon dapat menghancurkan kuman, bakteri, virus, jamur, spora, kista, lumut, dan zat organik lain. Selain itu, dapat menetralisir zat inorganik/mineral yang berlebihan/beracun. Penggunaan ozon tidak menghasilkan zat sisa yang membahayakan kesehatan. Bahkan sebaliknya, akan menambah kadar oksigen dalam air sehingga lebih segar dan sehat.

“Pakemnya, ozonisasi adalah standar  wajib yang dilakukan oleh pabrik atau perusahaan besar di seluruh dunia. Hanya khusus untuk depo air minum, aplikasi Teknologi Ozon 100%hanya ada di sistem produksi Depo Air Minum Biru. Kebanyakan depo air minum konvensional hanya menggunakan teknologi sinar ultra violet. Kekurangan proses ultra violet banyak. Dari sisi investasi, mereka harus re-investasi lebih banyak untuk beberapa tahun ke depan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas. Itu juga kalau pengusahanya mau, bila tidak, pastinya kualitas akan menurun. Kalau di Biru, sistemnya stabil dan mampu bertahan hingga 10 tahun lebih, sehingga sangat menguntungkan dalam jangka panjang. Kami memiliki sistem yang secara otomatis akan me-maintain kualitas. Selain itu kamii memiliki jadwal maintenanceyang secara rutin mengontrol kualitas dan kelayakan mesin,” tukas Yantje.

Selama ini, papar Yantje, konsumen berbondong-bondong ke depo air minum bukanlah sebuah kebetulan. Akan tetapi memang merupakan sebuah kebutuhan rutin untuk air minum. Yang terutama dalam bisnis ini adalah bagaimana menjaga kualitas produk dan pelayanan yang konsisten baik. Sebab bila satu depo air minum gagal dalam menjaga kualitas produk dan pelayanannya, pastilah akan ditinggalkan oleh pelanggannya. Konsumen yang tidak puas akan cenderung mengabarkan ketidakpuasannya kepada konsumen-klonsumen yang lain, yang seringkali adalah orang-orang dalam lingkup tetangga, teman, atau keluarganya. Hingga akhirnya bisnis bisa menurun dan tutup dengan sendirinya.

“Bahkan, jika rasa airnya berubah, atau deponya jorok, atau pelayanannya yang kurang baik, konsumen bisa dengan cepat beralih. Sebaliknya, kalau reputasinya baik, dijaga, dan pelanggan puas, konsumen akan semakin banyak,” papar Yantje.

Dengan segala kelebihan dan diferensiasi yang jelas di kualitas, harga jual air minum Biruhanya sekitar 1/3 dari harga AMDK (Air Minum Dalam Kemasan). Harga yang ditawarkan kepada konsumen sebesar Rp 6 ribu per galon isi 19 liter. Namun yang sangat menarik adalah bahwagross margin keuntungan yang bisa diraih para mitra berkisar di angka 65-75%.

Bahkan, karena keuntungan yang besar tersebut, tidak sedikit dari mitra-mitranya yang memiliki lebih dari satu depo air minum. “Sampai saat ini, jumlah total franchisee Depo Air Minum Biru ada sekitar 110-an dengan total gerai 220-an. Artinya, ada diantara mitra yang memiliki lebih dari satu depo air minum. Saya persentasekan sekitar 25% dari total franchisee,” ungkap Yantje.

Waralaba Air Minum Isi Ulang ini sangat cocok bagi anda yang tertarik terjun menjadi wirausaha. Apalagi jangka waktu kerjasamanya terbilang cukup lama yaitu 10 tahun. Sehingga, waralaba Biru menjamin keberlangsungan bisnis. Untuk nilai investasinya sendiri, mulai dari angka Rp 400 jutaan. Persyaratan umum lokasi yaitu; luas lokasi 90 hingga 120 m² dengan ukuran idealnya 10m x 12 m. Juga harus memiliki lahan parkir dalam lokasi sendiri untuk minimum 3 mobil.

Untuk kelengkapan informasi, silahkan klik di sini