Dengan dua ratus empat belas gerai yang tersebar di seluruh pulau jawa, waralaba Depo Air Minum Biru berencana untuk memperluas pasar dengan merambah kepulauan Sumatera dimulai dari Lampung. “Dalam waktu dekat kita akan mengembangkan usaha ke wilayah Lampung,” ujar Yantje Wongso selaku owner.

Depo Air Minum Biru sendiri menyasar wilayah dengan jumlah populasi yang tinggi, dimana kebutuhan akan air minum berkualitas menjadi prioritas utama untuk dikonsumsi. Dengan proses ozonisasi 100% dan peralatan dengan standart food grade, konsumen dapat merasakan sendiri kesegaran yang ditawarkan brand air minum yang sudah berdiri sejak tahun 2002 ini.

Brand yang meraih penghargaan sebagai “ The Best in Business Concept ” dalam forum Franchise Start-up Award ini juga memiliki kelebihan lainnya, yakni durability mesin ozon yang tangguh dan mampu bertahan lama.

“Bahkan, dalam jangka waktu sepuluh tahun pun mesin masih sangat layak memproduksi air minum yang berkualitas. Banyak mitra-mitra kami yang memperpanjang kontraknya selama masa sepuluh tahun, masih menggunakan mesin yang sama karena durability-nya yang luar biasa. Hal ini juga merupakan keunggulan tersendiri. Sehingga, cost perawatan atau pengadaan mesin baru seluruh mitra menjadi aman. Artinya, keuntungan lebih untuk setiap profit yang diterima mitra,” jelas Yantje.

Walau memiliki durabilitas yang tinggi, management Depo Air Minum Biru tetap menerapkan standart SOP yang ketat dalam soal perawatan baarang, sehingga mesin ozon milik mitra ini selalu diawasi dan dimaintain secara berkala. Hal ini tentunya memberi nilai tambah tersendiri baik bagi mitra ataupun calon mitra yang hendak berinvestasi jangka panjang bersama Depo Air Minum Biru.

Franchise Depo Air Minum Biru,lanjut Yantje, mampu memberikan profit yang maksimal untuk mitra-mitranya. Meski enggan mengatakan secara pasti, profit juga ditentukan oleh volume penjualan. Namun, Yantje memberikan bocoran. “Bersihnya setelah dipotong biaya? Tergantung volume. Saya kira sekitaran 30% lebih untuk laba kas atau kira-kira 1/3 dari omset,” pungkasnya.

Dan yang menarik, Depo Air Minum Biru juga memiliki klausul buyback. Artinya jika si mitra macet di tengah jalan, pusat bisa membeli kembali aset bisnis. Dalam sejarah perjalanan selama 13 tahun, baru ada satu mitra yang di-buyback. Dan sebagai catatan, bukan karena tidak prospek. Akan tetapi, sang pemilik punya rutinitas bolak-balik ke luar negeri. Padahal, meskipun ditinggal sang pemilik, depo air minumnya mampu menjual rata-rata 180-an galon per hari atau mampu menghasilkan omset sekitar 6-7 juta/bulan. (Adv)

Tertarik untuk berbisnis air minum? Silakan klik Waralaba Depo Air Minum Biru untuk informasi lebih lanjut atau isi form dibawah ini

(Eza)