Seandainya bisnis mini market hilang dari peredaran, kemungkinan kita akan beralih ke toko atau pun pasar tradisional untuk mendapatkan barang kebutuhan seperti sembako. Namun, apa jadinya bila bisnis depo air minum isi ulang hilang dari peredaran? Rasanya hampir bisa dikatakan akan sangat merugikan masyarakat. Pasalnya, kebutuhan air minum adalah kebutuhan utama. Dan bagi masyarakat luas tidak mudah untuk mendapatkan air minum yang sehat/berkualitas namun dengan harga yang ekonomis. Hal tersebut sudah dibuktikan oleh Depo Air Minum Biru.

Kalau depo air minum isi ulang tidak ada, bagaimana reaksi masyarakat secara umum? Masyakat akan bingung. Sebab, mereka akan “terpaksa” mengeluarkan biaya yang jauh lebih mahal untuk mendapatkan air yang sehat/berkualitas, misalkan dengan minum galonan AMDK. Atau terpaksa menggunakan air yang sebenarnya kurang layak atau kurang sehat untuk dikonsumsi, misalkan dengan memasak air tanah atau air pam. Fungsi sosial usaha depo air minum sangat terlihat. “Ini memang merupakan bisnis yang ada karena memang sangat dibutuhkan masyarakat,” ungkap Yantje Wongso, owner waralaba Depo Air Minum Biru.

Lebih lanjut Yantje memaparkan, utamanya bisnis Depo Air Minum Biru memang melayani masyarakat. Walau secara sepintas, umumnya,  semua bisnis adalah melayani masyarakat, bagi Biru melayani masyarakat adalah sebuah diferensiasi yang menjadi intisari hidup-mati nya bisnis ini, bukan sekadar jargon semata. Makanya, waralaba Depo Air Minum Biru pun memaksimalkan pelayanannya dengan minimal6 SDM di setiap depo, jauh lebih banyak dari depo air minum isi ulang yang lain.

Banyaknya SDM di setiap gerai telah diperhitungkan oleh Yantje. Sebab, hampir di setiap depo selalu penuh sesak dengan konsumen. Alhasil, agar pelayanannya prima, SDM waralaba Depo Air Minum Biru disiapkan lebih banyak.

“Di usaha Depo Air Minum Biru, mitra akan happy bila penjualannya sudah mencapai lebih dari 150 galon per hari dan terus meningkat. Dari semua gerai, yang saat ini sudah mencapai 220-an gerai, secara statistik rata-rata penjualan per gerai kurang lebih nya mencapai  250-300 galon per hari. Ada yang baru buka sudah 50-100 galon, dan ada pula depo yang bisa mencapai 800-1000 galon per hari. Volume tersebut akan meningkat, terutama ketika musim kemarau tiba. Bersihnya berapa yang bisa diterima mitra setelah dipotong biaya? Tergantung volume dan lokasi gerai, saya kira bisa sekitar 25%-35% lebih untuk nilai kas bersih yang diterima atau bisa berkisar 1/3 dari omset,” jelas Yantje.

Lebih lanjut Yantje memaparkan, di bisnis ini yang memang menyenangkan itu tingkat profitability-nya. Kalau berbicara mengenai study kelayakan, kebanyakan yang kita sampaikan akan konservatif.  Tetapi bicara keuntungan pasti berbicara mengenai sebuah hal yang jelas secara angka.

“Ketika saya berbicara kepada calon mitra atau pun di seminar-seminar, mereka selalu senang ketika saya menjabarkan laporan keuangan berbentuk angka-angka yang riil. Mereka kadang mempertanyakan dan seakan tidak percaya.  Meski demikian kami tidak pernah menjanjikan hal-hal yang demikian itu. Sebab kesuksesan itu cakupannya luas. Secara konservatif kami mengatakan, bila penjualan mencapai 150 galon atau lebih per hari, baru kami mendapatkan imbalan manajemen atau royalty fee. Di bawah jumlah tersebut, mitra tidak diwajibkan membayar.  Itu menjadi garansi kami. Bahwa mitra harus happy dulu baru baru bagikan happy-nya kepada pemberi waralaba,”  tukas Yantje.

Meski demikian, 150 galon per hari itu bukanlah ukuran mentok sebuah kesuksesan bagi Biru. Sebab, jumlah galon bisa mencapai ratus bahkan ribuan yang bisa dijual dalam sehari. Bagi kami bisnis itu yang penting feasible atau layak, tidak perlu ideal. Sebab, dengan feasible saja bisa meraih, katakanlah, 200-300 galon per hari dan dikalikan 30 hari, bisa terhitung berapa yang bisa dihasilkan mitra. Dan yang penting, usaha Biru ini berkelanjutan dan terus meningkat karena didorong oleh kebutuhan air minum sebagai kebutuhan utama manusia.

“Sebab secara market pun, Depo Biru sudah terbukti proven dan profit. Bicara mengenai kualitas air minum dan kepuasan pelanggan, bagi yang meragukannya bisa bisa langsung melakukan interview kepada para pelanggan kami. Hal tersebut bisa dibuktikan di seluruh gerai Depo Air Minum Biru. Kami juga tidak pernah kesulitan untk menghadirkan testimoni mitra-mitra yang setiap tahunnya selalu secara bergantian kami publis di media-media,” pungkas Yantje.

Lebih lanjut, silahkan klik Depo air Minum Biru atau isi form di bawah ini untuk berhubungan langsung.