Manager Marketing PT. Ednovation International, Vincent  mengatakan budidaya ikan kerapu semakin digalakkan sejalan dengan bertambahnya permintaan, mulai dari restoran dan hotel. Melalui pameran franchase pihaknya menawarkan investasi budidaya ikan kerapu dengan pengelolaan yang mudah dan tidak merepotkan.

“Respon pengunjung ada yang kaget dengan investasi budidaya ikan, apakah bisa investasi yang berhubungan dengan makhluk hidup dimana perlunya proteksi yang intensif. Nah kita mencoba meyakinkan bagaimana kinerja kami selama ini dan apa yang dirasakan para mitra. Kelebihan kita juga adalah menggunakan open management,” katanya kepada wartawan Franchiseglobal.com di Balai Kartini, sabtu, (23/3/2019).

Terkait dengan lokasi budidaya ikan kerapu yang dikelolanya, Vincent menyebut ada di kawasan perairan Situbondo, Jawa Timur. Alasannya, Situbondo adalah tempat yang aman dan minim bencana alam.

“Selama pameran terpecahkan paket yang terbesar paket cantik 5 dengan nilai investasi Rp400 juta. Hingga kini total mitra sebanyak 135 mitra dengan 200 lebih keramba. Kita ingin menambah 150 keramba lagi di 2019, budidaya ini juga didukung penuh oleh pemerintah,” tuturnya.

Lantas, berapa nilai investasi yang harus dikeluarkan untuk menjalankan bisnis budidaya ikan kerapu ini?. Ada tiga program yang diberikan bagi investor, program reguler, program cantik dan program cantik premium. Berikut rinciannya ;

“Kalau sistem kemitraan, nilai investasinya mulai dari Rp60 juta sampai Rp400 juta. Sementara untuk yang franchise mulai dari Rp500 juta sampai Rp1 miliar. Nilai tersebut untuk pembuatan kerambah, pakan, benih, perawatan sampai pekerjanya. Adapun balik modalnya selama dua tahun,” jelasnya.

Vincent berharap, PT. Ednovation International bisa menjadi pilihan terbaik bagi para investor yang tertarik untuk memulai bisnis budidaya ikan kerapu yang dinilai cukup menguntungkan ini. [hfz]