Memiliki ciri khas pelayanan massage dengan menggunakan bambu sebagai media pijat membuat franchise spa Bambu Spa terlihat unik dan terkesan nature. Memadukan teknik modern dan tradisonal dalam rangkain pijatan dan perawatan membuat brand yang telah hadir sejak 2008 kian dilirik oleh para investor.

Salah satu penggiat spa yang tertarik untuk memiliki peluang usaha spa Bambu Spa adalah Diana Rosita. Bergabung menjadi mitra Bambu Spa sejak September 2014 membuat dirinya yakin bahwa kedepan bisnis kecantikan bukanlah sekadar tren namun juga kebutuhan!.

“Seiring dengan pergantian tahun, saya merasa bahwa bisnis ini terus berjalan dengan baik. Apalagi Bambu Spa ini memiliki kekhasan tersendiri. Dan kita selalu jaga komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para pengunjung sehingga terjadi repeat customer,” terang Diana.

Melakukan pelbagai upaya untuk menjadi top of mind bagi customer tentunya telah dilakukan mulai dari menyebar brosur, aktif melakukan kerjasama dengan event beauty class makeup artist hingga maintain customer melalui media sosial seperti Instagram dan Facebook nampaknya membuahkan hasil. selain itu Dian juga mengakui jika Bambu Spa miliknya kerap mensupport event kecantikan lokal seperti Abang Mpok Depok.

Alhamdulillah sekarang juga sudah semakin banyak orang yang tahu, bahkan mereka tahu dari mulut ke mulut karena outlet kami ini juga kan berada di tempat strategis, sebrang apartemen Margonda. Target marketnya juga luas mulai dari mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Gunadarma, pengunjung apartemen Margonda dan masih banyak lagi,” terang Diana.

Berpengalaman sebagai account manager kredit di salah satu bank terbesar di Indonesia milik BUMN, Diana mengakui banyak pelajaran yang dapat dipetik untuk mengembangkan bisnis Bambu Spa miliknya yang berada diJl. Margonda Raya No. 489 B.

“Banyak ilmu dan pengalaman yang bisa saya petik, mulai dari cara mengelola administrasi kemudian manajemen SDM membuat saya percaya diri untuk menggarap market lokal disamping brand image Bambu Spanya sendiri memang sudah bagus,” tandas Diana.

Keluar dari zona nyaman dan mulai mengola bisnis pribadi tentu merupakan sebuah tantangan. “Kalau bisa berkarir lebih fleksibel artinya bisa jadi ibu rumah tangga juga kenapa tidak?. Saya ingin fokus mengembangkan bisnis ini sehingga ada maupun tidak ada saya, bisnis ini running!," ungkapnya penuh semangat.  

bergabung sejak 3 tahun lalu, Diana menyebutkan jika modal yang dikeluarkan mencapai Rp. 600 juta. Dengan demikian tentu Diana berharap bisnis waralaba Bambu Spa miliknya semakin diminati pelanggan, “Dengan menjaga konsistensi service excellent, mengelola SDM supaya melayani tamu dengan happy serta inovasi dengan mengembangkan bisnis startup untuk menghadapi tuntutan zaman saya rasa bisnis ini akan terus bertumbuh,” tutupnya. n