Sengit persaingan bisnis penginapan yang kian menjamur tidak menghentikan laju  PT Dafam Hotel Management (DHM) untuk berekspansi, menebar jaringan perhotelan di berbagai kota-kota besar dan daerah di Indonesia.

Pada 2016 ini DHM menargetkan tidak kurang dari 3 hotel Dafam terbaru yang bakal beroperasi  dipenghujung tahun. Total hingga akhir 2016 terdapat 26 cabang hotel Dafam yang direncanakan bakal mengoperasikan lebih dari 2000 an unit kamar hotel.

Kepada plasafranchise.com Irawan Trimulia, Corporate GM of Sales Dafam Hotel Management mengatakan, melalui skema take over, sejumlah cabang hotel Dafam yang  ditargetkan bakal beroperasi pada akhir 2016 tersebar di Yogyakarta, Jakarta dan Ternate. Menurut Irawan, melalui pengoperasian cabang baru hotel Dafam tersebut,  semakin  memperluas pangsa pasar hotel dafam hingga ke berbagai wilayah.

Dikatakan Trimulia, total progress pengembangan jaringan hotel Dafam pada 2016 terdapat sekitar 10 hotel Dafam yang sedang dalam proses pembangunan, diantaranya terdapat di Lombok, Lubuk Linggau, Bali, Purwokerto,  Ternate, Purwekorta, Bali, Surabaya dan Cisarua.

"Kami menargetkan perluasan jaringan terutama di kota-kota kedua (secondary city), sedangkan untuk jaringan hotel-hotel di tingkat kabupaten,  target market kami lebih banyak untuk kebutuhan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition)," kata Irawan, Selasa (25/10).

Ditambahkan Irawan, Dafam hotel menyasar pengembangan jaringan di kota-kota kedua supaya memperoleh ruang gerak dari kepadatan bisnis perhotelan. "Kota kedua kami bidik untuk membangun hotel karena besar pasar dan kecil persaingan. Misalnya, pendirian hotel di Cilacap dan Pekalongan  banyak menarik konsumen seperti bussinesman yang ingin menginap. Maklum, tidak banyak hotel berdiri di kota-kota kedua sehingga ini menjadi lokasi empuk untuk mengantongi keuntungan," ungkap Irawan.