Trend positif sektor pariwisata Indonesia turut menopang pertumbuhan bisnis perhotelan, seiring naiknya tingkat hunian kamar hotel di sejumlah daerah wisata.  Perhotelan dan Pariwisata memang ibarat dua mata uang yang tidak dapat dipisahkan, karena  tumbuh kembang industri perhotelan tidak lepas dari berkembangnya sektor pariwisata,  sebaliknya, sektor pariwisata juga tidak akan dapat  lebih berkembang tanpa didukung oleh industri perhotelan.

Hospitality industry kedepan diproyeksi masih menjadi ladang subur untuk investasi, sejumlah brand-brand hotel pun kian gencar menambah jumlah kamar, seiring pertumbuhan okupansi yang kian meningkat. Seperti apa pertumbuhan tingkat okupansi bisnis penginapan di sejumlah daerah sekarang ini?

Irawan Trimulia, Corporate GM of Sales Dafam Hotel Management (DHM) kepada plasafranchise.com memaparkan, jaringan hotel Dafam sekarang ini mencakup sejumlah brand dari kelas budget hingga bintang 4 seperti,  Dafam Expres untuk budget hotel, Moetel by Dafam, Hotel Dafam untuk para pebisnis, dan Luxury Hotel Gran Dafam.

Kian bertambahnya jaringan hotel Dafam,  di beberapa kota dan daerah secara otomatis kata Irawan, makin memperluas ekspansi kamar hotel Dafam hingga menjangkau seluruh daerah-daerah dengan potensi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan mancanegara maupun domestik.

"Pada momen tertentu rata-rata okupansi terkadang rendah. Namun di beberapa momen khusus, okupansi bisa melebihi kapasitas yang ada. Sejauh ini kami juga masih sering kekurangan kamar untuk menampung tamu pada momen tertentu. Sekarang ini total jumlah  kamar dari seluruh jaringan hotel Dafam mencapai 1993 unit kamar hotel, " jelas Trimulya, Selasa (25/10).

Irawan menambahkan, rerata tingkat okupansi jaringan hotel Dafam mencapai 70-89 persen, meski demikian, dengan berbagai keunggulan  fasilitas dan layanan yang ditawarkan hotel Dafam, pihaknya optimis tingkat okupansi akan terus bertumbuh seiring perkembangan pariwisata dan bisnis.

Namun demikian, diakui Irawan, maraknya hotel baru memang membuat persaingan semakin ketat, akan tetapi jaringan Hotel Dafam tetap konsisten menumbuh-kembangkan pelayanan melalui peningkatan fasilitas.

"Di Bandung meski persaingan hotel semakin ketat, kami tidak menurunkan harga kamar, brand hotel kami telah dipercaya sehingga okupansi tetap meningkat sekitar 70-80 persen di Bandung," ungkap Irawan.  Lanjut Irawan menjelaskan, jaringan hotel Dafam lainnya seperti di Yogyakarta sudah mencapai lebih dari 85 persen, sedangkan di Kebumen mencapai lebih dari 70 persen.