Crispyku sendiri pertama kali masuk kawasan pergudangan Green Sedayu sejak Februari 2018 lalu. Namun pemberkatan baru dilakukan pada 27 Oktober 2018.

“Harapannya, integritas dan komitmen kita akan lebih besar kepada mitra-mitra. Karena kan kita MOU disana (Green Sedayu), kalau presentasi di Menbramo,” ungkap Alexander Theo, pemilik Crispyku saat dihubungi Franchiseglobal.com via telepon, Rabu (7/11/2018).

Menurut Alex, setelah dilakukan pemberkatan gudang, banyak order yang masuk. Buktinya, bulan ini akan ada opening sebanyak 12 gerai yang tersebar di beberapa wilayah.

“Bulan ini lagi banyak banget aktifitas. Yang akan opening aja ada 12 bulan ini,” tambahnya.

Saat ini Crispyku sendiri sudah memiliki hampir 700 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Sejauh ini secara marketing, Alex melakukannya sendiri atau single fighter. Artinya tidak ada tim marketing yang membantunya. Lantas, bagaimana strateginya?

“Strateginya itu yang penting komitmen dan fokus. Dulu itu orang tidak lihat brandnya, tapi lihat sayanya. Karena dulu brandnya belum dikenal. Tapi kalau sekarang orang lihat brandnya,” katanya.

“Rencana rekrut tim marketing ada. Dan targetnya di tahun depan saya mau buka 120 outlet,” tutup Alex.

Sekedar informasi, Crispyku masih terus membuka peluang usahanya bagi calon mitra yang ingin bergabung. Ada 4 paket nilai investasi yang ditawarkan yaitu paket modern Rp20 juta, paket exclusive Rp26 juta, paket istimewa Rp49 juta dan paket mini resto Rp250 juta. Dimana untuk tahun pertama dan kedua tidak ada royalty fee. Sementara di tahun ketiga baru dikenakan royalty fee sebesar Rp2,5 juta per tahunnya.

Silakan klik Crispyku Fried Chicken untuk mengetahui nilai investasi, BEP dan informasi lainnya. [ded]