Terbukti sudah, bisnis kuliner ayam goreng tepung atau fried chicken memang masih menjadi peluang bisnis yang kompeten. Salah satu brand bisnis fried chicken yang saat ini makin mengibarkan sayapnya di Nusantara ialah Crispyku Fried Chicken. Ya, brand yang dimotori oleh Alexander Theo ini mampu menghadirkan satu konsep bisnis baru yakni mini resto. Launchingnya pun tak sembarang tempat yakni di pulau Dewata Bali.

Hal ini diakui langsung oleh sang owner Crispyku, Alexander Theo yang mengungkapkan bahwa brand bisnis miliknya memberikan inovasi konsep baru yakni mini resto. Menurutnya, dengan nilai investasi sebesar 200 jutaan rupiah diluar tempat, konsep mini resto dari Crispyku Fried Chicken sudah bisa dijalankan. “Semua peralatan dan perlengkapan sudah kami berikan semua selain karyawan. Franchisee tinggal menjalankan mini resto nya saja,” katanya kepada Franchiseglobal.com.

Alex menargetkan hingga akhir tahun 2017 ini, Crispyku Fried Chicken akan menambah 5 hingga 10 mini resto nya. Menurutnya, konsep mini resto Crispyku sudah dilengkapi oleh poin of sales (POS) yang modern. “Kita memakai POS dari Pawoon sehingga semua proses produksi hingga omset bisa terlihat dengan baik,” tuturnya.

Perkembagan bisnis Crispyku saat ini diakui Alex cukup berkembang pesat. Menurutnya, dari bulan Januari 2017 hingga saat ini sudah bertambah total 45 outlet. Sehingga, katanya, total keseluruhan outlet dari Crispyku Fried Chicken sebanyak 560 outlet. “Kami pun sudah punya peternakan ayam sendiri di Tasikmalaya. Sehingga kebutuhan ayam pun sudah bisa di handel sendiri,” terangnya.

Silakan klik Crispyku Fired Chicken untuk mengetahui informasi, BEP dan lainnya