PT Bank Permata Tbk berhasil mencatatkan laba bersih mencapai Rp 750,36 miliar di kuartal pertama 2022. Nilai tersebut melonjak 51,56% year on year (yoy) dibanding periode yang sama tahun 2021 yang sebesar Rp 495,08 miliar.

Selain itu, Bank Permata membukukan pendapatan operasional sebesar Rp 2,9 triliun, tumbuh 21,9% yoy. Sehingga laba operasional sebelum pencadangan tercatat sebesar Rp 1,5 triliun.

Pertumbuhan pendapatan operasional dikontribusi dari pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 4,2% dan pendapatan non-bunga sebesar 113,3% sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit sampai dengan akhir Maret 2022.

Seiring dengan itu, PermataBank berhasil mencatatkan pertumbuhan asset menjadi sebesar 18,4% (yoy) menjadi Rp 241 triliun pada Kuartal I-2022.

Chalit Tayjasanant, Direktur Utama PermataBank mengungkapkan kuartal pertama 2022 telah dilewati dengan hasil yang memuaskan. Dengan pencapaian pendapatan operasional yang tumbuh pesat 21,9% dan pertumbuhan aset yang kuat, kinerja PermataBank terus membaik dan memperkuat posisinya dalam jajaran 10 bank terbesar di Indonesia.

"Kami terus memperkuat komitmen PermataBank sebagai waralaba deposito dan kekayaan terkemuka, dan pemimpin dalam inovasi digital serta mitra ekosistem pilihan untuk bisnis dan pemain di bidang teknologi. Kami berterima kasih kepada para nasabah setia dan juga dukungan dari pemegang saham pengendali, Bangkok Bank, atas kepercayaan dan dukungan mereka. Kami akan terus fokus untuk menjadi bank universal dengan produk dan layanan yang lengkap dan terintegrasi secara digital untuk semua segmen dan generasi," ujarnya.

PermataBank melanjutkan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia melalui dukungan dalam penyaluran kredit kepada masyarakat yang tumbuh 10,0% (yoy) menjadi sebesar Rp 129 triliun terutama didorong oleh pertumbuhan kredit korporasi dan KPR masing-masing sebesar 17,3% dan 22,7%.

PermataBank tetap menjalankan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran kredit yang diberikan mengingat dampak pandemi yang masih terus berlanjut dan secara tidak langsung telah menyebabkan peningkatan risiko kredit inheren.

Dari sisi pendanaan, simpanan nasabah terus bertumbuh sebesar 23,3% (yoy) terutama dikontribusi dari pertumbuhan giro sebesar 36,6% dan tabungan sebesar 15,6% sesuai dengan strategi PermataBank untuk terus memfokuskan pertumbuhan simpanan nasabah dengan biaya dana yang lebih murah untuk mendukung penyaluran kredit dengan suku bunga yang lebih bersaing dalam jangka panjang.  Sejalan dengan ini, rasio CASA PermataBank mengalami peningkatan menjadi 56,4%.

Selain itu, PermataBank tetap menerapkan manajemen biaya operasional secara optimal tercermin dari perbaikan rasio Beban Operasional dibandingkan Pendapatan Operasional (BOPO) menjadi sebesar 72,5% atau membaik 9,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 82,3%. 

PermataBank juga memastikan kecukupan pencadangan kerugian penurunan nilai secara pruden untuk mengantisipasi potensi kerugian mengingat dampak pandemi Covid-19 yang masih berlanjut di tahun berjalan. Rasio NPL coverage terjaga baik di kisaran yang cukup konservatif yaitu 226%.

 

Rasio NPL gross di bulan Maret 2022 terjaga pada level 3,17% dan rasio NPL net di 0,6%. Hal ini sejalan dengan kebijakan PermataBank untuk membukukan pencadangan kerugian kredit secara pruden dalam mengantisipasi potensi kerugian kredit. 

Rasio permodalan PermataBank tetap menjadi salah satu yang terkuat di antara nank komersial di Indonesia, dengan rasio CAR dan CET-1 masing-masing sebesar 33,1% dan 25,4%, dimana hal ini menjadi kunci pendorong bagi bank untuk mempercepat pertumbuhan bisnis baik secara organik maupun inorganik.

Komitmen berkelanjutan dari PermataBank untuk terus mendukung Pemerintah Indonesia dalam pemulihan perekonomian diwujudkan dengan menjalankan fungsi intermediasi finansial secara efektif dan efisien.

Dukungan dari Bangkok Bank PCL sebagai pemegang saham pengendali dan Bank Korporasi terkuat di Thailand memberikan keuntungan bagi PermataBank untuk bersinergi memperluas dan memperkuat posisi sebagai bank yang universal.